Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Yayasan Basis dan Serikat Jesus Provinsi Indonesia mengadakan serangkaian acara berjudul “Ziarah Dalam Gelisah: Berdamai dengan Diri dalam Perspektif Ignatian” secara hybrid. Acara ini diadakan dalam rangka terbitnya buku Anak-Anak Ignatius, Jalan Hati Yesuit, dan Sisi Sepasang Sayap karya Rm. Sindhunata, SJ.

Pada rangkaian acara yang keenam, Paroki St. Antonius Padua Kotabaru diberi kepercayaan untuk mengelola teknis acara tersebut. Kurang lebih ada 90 peserta hadir secara langsung, juga beberapa peserta yang lain mengikuti acara melalui ruang virtual Zoom dan live streaming. Tema acara keenam ini adalah “Iman yang Naif tapi Benar: Mengenal Maria dan Spiritualitas Jalan Hati dalam Tradisi Ignatian” dengan Rm. Sindhunata, SJ sendiri yang menjadi narasumber.

Acara dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dengan pembawa acara Sindi dan Vita. Pastor kepala Paroki St. Antonius Padua Kotabaru, Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ menyampaikan sambutan singkat kepada para peserta kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu diskusi dan tanya jawab.

Bersama moderator, Fr. Amadea Prajna, SJ, Romo Sindhu menyampaikan beberapa poin penting yang beliau tulis dalam bukunya. Terkadang iman terkesan naif tetapi nyatanya dapat menunjukkan ketulusan dan kesediaan untuk mengarah pada jalan Tuhan. Beberapa kisah yang disampaikan Romo Sindhu adalah perjumpaannya dengan beberapa umat di daerah Pakem, saat beliau bertugas di paroki tersebut. Salah satu poin yang berkesan dari perjumpaan itu adalah bahwa tidak ada doa yang sia-sia, bahkan ketika saat kita berdoa pikiran kita mengembara ke mana-mana. Selain itu, Romo Sindhu juga mengungkapkan bahwa St. Ignatius Loyola sendiri pernah menunjukkan iman yang naif, dengan peristiwa yang sering disebut sebagai “diskresi keledai”.

Pada kesempatan itu, Romo Sindhu juga bercerita tentang tempat-tempat di Omah Petroek yang berkaitan dengan Serikat Jesus. Tempat-tempat tersebut juga beliau tuangkan dalam buku Jalan Hati Yesuit. Akhirnya, acara ditutup dengan sepatah dua patah kata dari perwakilan Gramedia Pustaka Utama, pemberian kenang-kenangan, dan juga foto bersama.

 

Jessica Juliani & Stella Vania