Jumat, 3 Juli 2026 – Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Jumat Pertama bersamaan dengan Novena Ketujuh sebagai rangkaian menyambut 100 Tahun Gereja Kotabaru. Dalam perayaan ekaristi jumat pertama ini, dilakukan pentahtaan relikui St. Ignatius Loyola, Seorang tentara perang yang kehilangan karir ketentaraannya karena tembakan meriam melukai kakinya dalam peperangan. Kondisi kakinya yang tidak memungkinkan untuk kembali berperang dan lamanya proses pengobatan, St. Ignatius Loyola mengisi harinya dengan membaca buku tentang hidup Kristus dan buku tentang para Kudus. Dari sinilah kehidupan Loyola mulai berubah, ia mulai bertobat, mengikuti cara hidup para Kudus, dan mengimani Yesus Kristus dalam kehidupannya.

Perayaan Ekaristi Jumat Pertama yang sekaligus memperingati Pesta nama St. Thomas Rasul ini dipimpin oleh Rm. Benedictus Hari Juliawan, SJ dengan konselebran Rm. Hasto, Rm. Fajar, dan Rm. Agus. Dalam homilinya, Rm. Hari mencontohkan dalam pribadi St. Thomas dan St. Ignatius Loyola yang masih memiliki tempat untuk keragu-raguan dalam mengikuti Yesus Kristus. St. Ignatius Loyola bertobat dan mengikuti Kristus di saat Gereja Katolik dalam fase terburuknya sehingga pasti ada keraguan dalam hatinya akan perjalanan hidup yang ia pilih. Maka dari itu, Keraguan, rasa khawatir, gelisah akan dinamika Gereja tidak seperti kita bayangkan, hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan iman kita akan Yesus Kristus. St. Igantius Loyola berhasil mengatasi keraguannya dan menjadi garda terdepan pembela Gereja Katolik karena Relasi Pribadi dirnya dengan Yesus Kristus.

Melalui Perayaan Ekaristi Jumat Pertama sekaligus Novena Ketujuh ini, Gereja berharap agar seluruh umat kiranya mampu mengembangkan Relasi Pribadi dirinya dengan Yesus Kristus, keraguan dalam hati adalah sesuatu yang wajar namun bagimana kita menanggapi dan merenungi keraguan tersebut sangat berpengaruh dalam perjalanan iman kita masing masing.

Aji Diliadi