
Pada hari Rabu, 27 Juli 2022, dilakukan tahbisan Imam & Diakon dengan tema “Lebih Mencintai & Mengikuti Kristus Sebagai Sahabat”. Tahbisan Imam & Diakon dilaksanakan pada 09.00 WIB di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru. Tahbisan Imam kali ini diterima oleh Diakon Yohanes Harry Kristanto, SJ dari Paroki St. Bernadeth, Pangkalpinang dan Diakon Paulus Hastra Kurdani. SJ dari Paroki St. Petrus Kanisius, Wonosari.

Sedangkan untuk Tahbisan diakon diterima oleh Fr. Agustinus Daryanto, SJ dari Paroki St Isidorus, Sukorejo; Fr. Antonius Siwi Dharma Jati, SJ dari Paroki St. Maria Maria Assumpta, Gamping; dan Fr. Yulius Suroso, SJ dari Paroki St. Maria Bunda Penasehat Baik, Wates. Tahbisan Imam dan diakon diterima dari tangan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Christophorus Tri Harsono.

Sebelum Ekaristi dimulai, ditayangkan video singkat dari Pra Tahbisan 2022, Paulus Hastra Kurdani, SJ dan Yohanes Harry Kristanto,SJ. Pada video tersebut mereka menceritakan bagaimana proses perjalanan mereka untuk dapat siap ditahbiskan. Selain itu, mereka juga menyampaikan makna pribadi mereka untuk lebih mencintai dan mengikuti kristus sebagai sahabat, arti menjadi imam Jesuit bagi mereka. Setelah ditayangkan video singkat dari Pra Tahbisan 2022, ditayangkan pula pesan singkat dari keluarga Pra Tahbisan 2022.

Ekaristi diawali dengan perarakan masuk dengan iringan lagu “Aku Abdi Tuhan”. Pada liturgi Sabda, dibacakan bacaan dari Yeremia (Yer. 1:4-10) dan bacaan Injil Suci menurut Yohanes (Yoh. 21:15-19). Setelah Bacaan Injil, dilakukan pengajuan para Calon diakon dan para calon Imam. Pada Homili yang dibawakan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Christophorus Tri Harsono disampaikan pengalaman-pengalamannya saat menjadi Imam dan disampaikan pula pesan-pesan untuk menjadi Imam.
Setelah Homili, dilakukan pernyataan kesanggupan calon Diakon serta Janji Setia Calon Diakon dan kemudian, dilakukan pernyataan kesanggupan calon Imam serta Janji Setia calon Imam. Berikutnya, dilakukan prosesi Litani Para Kudus dan diikuti penumpangan tangan atas calon Diakon serta doa tahbisan Diakon. Setelah doa tahbisan, Para Diakon satu per satu berdiri menghadap Uskup, menerima stola dan dalmatik lalu mengenakannya. Setelah pemakaian stola dan dalmatik, para Diakon baru menghadap Uskup, berlutut di depannya dan Uskup memberikan Kitab Suci kepada para Diakon baru. Liturgi Tahbisan dilanjutkan dengan prosesi penumpangan tangan atau calon imam, doa tahbisan imam, pengenaan stola dan penyerahan kasula.
Setelah prosesi tersebut, dilakukan prosesi pengurapan tangan dan ekaristi dilanjutkan ke liturgi Ekaristi serta ritus penutup. Pada ritus penutup, berkat diberikan oleh Uskup dan dari para Imam Baru sebagai berkat Perdana mereka.
Michelle Holly Raharjo