Untuk mempersiapkan para calon penerima sakramen krisma, tim pelayanan Sakramen Inisiasi Paroki St. Antonius Padua Kotabaru mengadakan Studium Generale Penutup yang dibawakan oleh Bapak Bambang Wahyana pada hari minggu, 21 Agustus 2022. Topik yang diangkat pada Studium Generale Penutup ini adalah salah satu Santo dalam Kitab Suci yang bernama Paulus. Dari topik yang diangkat diharapkan para calon penerima krisma dapat mengenali siapakah Santo Paulus, menemukan hal yang menarik pada diri Paulus yang menjadikannya guru segala Bangsa, dan meneladani pribadi Paulus dari perjalanan hidupnya serta karya-karyanya.

Paulus dahulu dikenal dengan nama Saulus, diperkirakan ia lahir di Tarsus, provinsi Kilikia antara tahun 8-10 SM. Paulus merupakan seorang keturunan Yahudi dari suku Benyamin golongan Farisi yang memiliki kewarganegaraan Yahudi dan Romawi. Berasal dari keluarga Yahudi, ia dididik dalam agama Yahudi secara ketat. Ia pergi ke Yerusalem untuk memperdalam ilmu agama dan Hukum Taurat. Di Yerusalem ia dididik oleh Gamaliel yang merupakan seorang Ahli Taurat. Untuk bertahan hidup Saulus yang akan mengajarkan Taurat memiliki keahlian sebagai pembuat Tenda. 

Dalam Kis 8:1a Saulus bertanggung jawab atas pembunuhan Stefanus dengan menyetujui hukuman pada Stefanus. Hubungan Saulus dengan Yesus diawali dengan kebencian karena Yesus dan murid-muridnya tidak mengikuti ajaran agama pada Hukum Taurat. Saulus sebagai seorang Yahudi fanatik menyatakan bahwa penodaan agama harus dienyahkan dan Yesus adalah mesias palsu. Untuk melawan Yesus ia mengejar, menangkap, menganiaya, membunuh para murid-murid Yesus.

Namun dalam perjalanannya ke Damsyik Yesus menampakkan diri dan membuat Paulus percaya bahwa Yesus adalah mesias. Perjumpaan tersebut merubah cara hidup, sikap batin, serta pandangan Paulus tentang Yesus. Antara tahun 34-36 SM Paulus melakukan pertobatannya. Sejak saat itu, ia mulai mewartakan Kristus walau ia belum diterima oleh pengikut Kristus dan ditolak oleh orang Yahudi. Dalam pewartaan-nya Paulus melakukan Perjalanan misi menyebarkan ajaran Yesus sebelum ia ditangkap lalu dikirim ke Roma. Dalam perjalanannya ke Roma Ia tetap menjalankan pewartaannya. Pada era Neuro, Paulus ditangkap dan menurut tradisi paulus dihukum penggal.

Dari kisah hidup dan perjalanan yang dilakukan oleh Santo Paulus dapat ditemukan pribadi Santo Paulus yang gigih, tabah, sabar, gagah berani, rendah hati, tidak kenal kompromi, akomodatif, etis, bersusila, dan pemaaf. Dari topik yang disampaikan pada Studium Generale Penutup  diharapkan para calon penerima Sakramen Krisma dapat meneladani pribadi Santo Paulus sendiri dalam perjalanannya serta karya-karyanya.

Michelle Holly