Setiap tanggal 1 Juli, Kongregasi Suster-suster Amalkasih Darah Mulia merayakan Hari Raya Darah Mulia Tuhan kita Yesus Kristus. Pada tahun ini, tepatnya pada tanggal 1 Juli 2022 Perayaan Ekaristi Hari Raya Darah Mulia Tuhan kita Yesus Kristus diadakan di Gereja St Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta dan disiarkan langsung melalui Channel Youtube Gereja St Antonius Padua Kotabaru pada pukul 10.00 WIB. Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin oleh Rm Adrianus Maradiyo Pr serta didampingi Rm Ignasius Aria Dewanto SJ dan Rm Macarius Maharsono Probho SJ.

Perayaan Ekaristi tersebut mengambil tema “Dengan Darah-Mu Engkau Telah Menebus dan Membaharui Kami”. Tema tersebut menjadi peneguhan para suster untuk menjawab “Ya” pada karya Allah. Secara khusus Perayaan Ekaristi tersebut hendak menghantarkan 11 suster yang akan mengucapkan prasetia pertama, 1 suster yang akan mengucapkan prasetia kekal, dan 2 suster yang akan merayakan pesta perak dalam hidup membiara.
Rm Adrianus Maradiyo Pr dalam homilinya mengatakan bahwa prasetia kekal ataupun kaul yang hendak diucapkan oleh para suster adalah wujud tanggapan akan kasih Allah kepada mereka. Wujud tanggapan dari kasih Allah yang juga dilimpahkan kepada kita semua dan kasih Allah itu sungguh-sungguh nyata secara total nampak dalam diri Putranya yakni Yesus Kristus. Para suster mencoba untuk menanggapi totalitas cinta Allah itu dengan sungguh-sungguh mengucapkan prasetia kaul baik itu kemurniaan, kemiskinan, maupun ketaatan. Maka mestinya mereka berani mengatakan bahwa satu-satunya cinta itu adalah kemurniaan, satu-satunya harta adalah kemiskinan, dan satu-satunya kebebasan adalah ketaatan.
Sumber dari ketiga kaul tersebut adalah, pertama kaul kemiskinan yaitu memberi secara total seperti seluruh diri Bapa
diserahkan kepada Putera. Kedua kaul ketaatan yaitu menerima segala sesuatu secara total seperti hal nya Yesus Kristus menerima tugas perutusan dari Bapa-nya secara total. Dan yang ketiga yaitu kaul kemurniaan yaitu mencinta secara penuh karena Roh Kudus menghadirkan cinta antara Bapa dan Putera. Diharapkan dalam penghayatan 3 kaul ini sungguh-sungguh nanti nampak dalam totalitas melayani.
Di akhir homilinya Rm Adrianus Maradiyo Pr mengajak kita semua menjadi teman seperjalanan, bukan menjatuhkan tetapi menjadi teman seperjalanan yang saling meneguhkan dan menguatkan dalam menanggapi panggilan Tuhan sehingga rahmat Allah sungguh-sungguh berdaya guna dalam diri kita dan mampu kita amalkan. Semoga dengan darah Kristus yang telah tercurah untuk menebus diri kita, sungguh-sungguh membaharui dan menyegarkan serta memupuk panggilan hidup kita ini.
Laurensia Putri Ayu