Sabtu (25/12) pukul 07.00 WIB Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar perayaan Ekaristi Natal pagi yang pertama. Tema dari misa ini adalah “Bersama Kristus Membangun Harapan Baru Dalam Persaudaraan”. Dipimpin oleh Rm. Macarius Maharsono Probho, S.J., misa disiarkan langsung melalui kanal YouTube Gereja St. Antonius Padua Kotabaru.

Perayaan Ekaristi dibuka dengan visualisasi drama singkat. Visualisasi ini menggambarkan rasa syukur dari seorang anak laki-laki. Terdengar seperti ucapan syukur yang disampaikan didalam doa sang anak lelaki. Terlihat juga cuplikan keseharian sang anak yang menggambarkan setiap rasa syukurnya.

Misa kemudian dilanjutkan dengan lagu pembuka “Yesus S’lamat Datang” dan tata cara misa seperti biasa. Dalam homilinya, Rm. Macarius Maharasono Probho, S.J. atau yang kerap disapa Rm. Mahar membahas tentang kejadian natal dizaman Yesus. Malaikat datang ditengah para gembala yang sedang berkumpul di padang rumput. Pesan dari Allah yang terbesar itu disambut dengan bahagia. Mereka lalu bergegas ke Bethlehem untuk melihat bayi Yesus.

Dari homiilinya ini Rm. Mahar mengajak para umat untuk berefleksi. Untuk melihat kembali apakah selama ini para umat menyadari kehadiran Allah melalui setiap peristiwa di sekitar.

“Dan melalui penampakan itu terdapat pesan yang ingin disampaikan oleh Allah. Tidak hanya pesan untuk bapak ibu, tetapi juga untuk seluruh kemanusiaan, alam semesta.”

Itulah pentingnya untuk membuka mata, hati, dan telinga untuk menyadari kehadiran Allah. Selain itu Rm. Mahar juga menceritakan sebuah kisah seorang ibu yang telah meninggal. Didalam kehidupan setelah meninggalnya, Ia diberi dua kartu berisi kebaikan dan keburukannya. Di hadapan Allah, ia mengakui semua apa adanya dan berpasrah atas hukumannya. Tapi justru Tuhan menerima dia dan memeluknya. Itulah natal.

“Natal adalah ketika kita mampu untuk berkata jujur dihadapan Allah.”

Perayaan Ekaristi berlanjut dengan lancar dan khusyuk. Para umat diperbolehkan hadir dan mengikuti misa di Gereja. Namun, mengingat masih dalam masa pandemic Covid-19, pembatasan jumlah umat tetap berlaku. Protokol kesehatan seperti cek suhu, mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak dilaksanakan dengan ketat.

Maria Ludwina