Pada hari Jumat, 24 Desember 2021 telah dilaksanakan tiga Perayaan Ekaristi Malam Natal, yakni pada pukul 17.00, pukul 19.00 dan pukul 21.00. Perayaan Ekaristi Malam Natal yang pertama dipimpin oleh Rm. Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ dan didampingi oleh Fr. Wylly Suhendra, SJ.
Rm. Hasto menyatakan bahwa Allah selalu beserta kita di situasi apapun, Rm Hasto juga membicarakan apa yang dikatakan oleh Paus Fransiskus bahwa pandemi memang menyebabkan krisis, tetapi bukan berarti krisis selalu buruk, krisis juga undangan kepada kita membawa perubahan, krisis tidak jarang untuk mengajak kita membawa pembaruan. Karena pandemi ini pula gerakan solidaritas muncul dimana-mana, dunia dibuat sadar tidak ada satu negara pun yang tidak tergantung dengan negara lain, dunia dibuat sadar bahwa kita adalah keluarga besar yang tinggal bersama.
Ada banyak hal positif yang muncul karena pandemi ini, betapapun beratnya pandemi ini tidak boleh memadamkan dari lilin Natal. Kita diajak untuk memeluk, mengubah cara pikir kita, cara pandang kita tentang pandemi ini. Kita diajak pula untuk melihat makna Natal, bagaimana Allah menghadirkan Tuhan ditengah-tengah kita, selalu menyertai kita. Imanuel beserta kita. Setiap kali kita merayakan natal kita diingatkan sekali lagi bahwa Allah mencintai kita dan itu tampak dalam kesertaan kita, dan kelahiran Yesus adalah bukti nyatanya.
Perayaan Ekaristi Malam Natal yang kedua dipimpin oleh Rm. Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ dan didampingi oleh Fr. Andreas Aryono M., SJ. Rm. Fajar mengajak kita untuk jangan takut, karena Allah akan selalu memberi terang kepada kita. Kelahiran Tuhan memberikan harapan, jangan sampai kita kehilangan harapan, karena harapan inilah yang menguatkan kita yang semakin meneguhkan kita di jalan kegelapan. Kita diajak untuk menumbuhkan harapan, harapan untuk beriman.
Perayaan Ekaristi ketiga dipimpin oleh Rm Fransiskus Pieter Dolle, SJ dan didampingi oleh Fr. Jakobus Aditya Christie M., SJ. Rm. Pieter mengajak kita untuk percaya akan ada harapan yang membawa terang bagi hidup kita. kita diajak untuk memaknai perayaan natal ini sebagai sambutan kita kepada Kasih Tuhan yang berkunjung pula melibatkan diri dalam kemanusiaan kita, menjadi sama seperti kita, rengkuhan dan peneguhan pada kita yang terluka disituasi pandemi ini, sapaan dan perhatian bagi lemah dan rentan dis situasi pandemi ini karena berdampak kepada semua orang. Sambutan pula dengan cara bertindaknya itu, bertindak dan juga peduli.
Perayaan Natal pada tahun ini disiapkan oleh Orang Muda Katolik. Seluruh Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat tanpa melupakan protokol kesehatan. Perayaan Ekaristi Malam Natal Ini dihadiri oleh umat di gereja dengan total sekitar 3.000 orang dan diikuti melalui live streaming dengan total sekitar 10.000 umat. Harapannya, ekaristi ini bisa membawa harapan bagi kita semua di masa pandemi.
Anastasia Lidya