Minggu (31/07) Gereja Kotabaru merayakan Perayaan Ekaristi Hari Raya Santo Ignatius Loyola. Berbeda dari biasanya, perayaan kali ini dipimpin oleh Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ, Rm. Thomas Septi Widhiyudana, SJ, Rm. Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ, Rm. Mario Tomi Subardjo, SJ, dan didampingi oleh Diakon Fransiskus Pieter Dolle, SJ. Di masa PPKM seperti ini, tentunya perayaan Ekaristi masih dilakukan secara daring melalui siaran langsung oleh kanal Youtube Gereja St. Antonius Padua Kotabaru.

Perayaan diawali dengan virtual choir dari papita dan frater, kemudian dilanjutkan dengan Doa Tahun Ignasian yang berisi kenangan tentang Santo Ignatius Loyola semasa hidupnya dan juga permohonan agar para umat mampu menghidupi kharisma ignatian.

Ad Maiorem Dei Gloriam adalah semboyan hidup Ignatius yang sering kita jumpai. Semboyan ini digunakan sebagai pedoman untuk memenuhi panggilan Allah.

“Apapun tugas kita, pekerjaan kita, peran kita, semuanya bisa menjadi sarana untuk memuji dan memuliakan Allah.” ucap Rm. Hasto

Dalam homilinya, Rm. Hasto menjelaskan bagaimana panggilan kekudusan itu tidak hanya bagi para romo, bruder, dan suster, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Hal tersebut dapat kita realisasikan melalui tugas dan pekerjaan yang kita lakukan dengan sungguh dan penuh tanggung jawab, serta dengan senantiasa berdoa memohon bantuan dari Allah.

“Hidup itu harus direncanakan dan diprogramkan, agar senantiasa mempunyai tujuan yang jelas.”

Pada akhir homili, Rm. Hasto menyimpulkan bahwa dengan merayakan Perayaan Ekaristi Hari Raya Santo Ignatius Loyola berarti kita memperingati dua hal penting: berkat baptisan sebagai panggilan dalam kekudusan dan kesempurnaan hidup dan berdoa sebagai warisan rohani dari Santo Ignatius untuk mengenali roh baik dan roh jahat dalam hidup kita.

Misa dilanjutkan dengan tata cara seperti biasa. Hal yang tidak biasa adalah para romo dan diakon secara bergantian melantunkan doa-doa, yang tentunya tidak akan ditemui disetiap perayaan Ekaristi. Namun, Misa Hari Raya Santo Ignatius Loyola tetap berjalan dengan lancar dan ditutup dengan berkat oleh Romo Thomas.

Maria Ludwina