Kamis (28/10) Perayaan Ekaristi Remaja dengan tagline “MAESTRO” diadakan. “MAESTRO” adalah kependekan dari Muda Semangat Trobosan Bangsa. Misa yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini dipimpin oleh Rm. Fransiskus Pieter Dolle, SJ. Melalui ekaristi ini kaum muda diingatkan kembali untuk mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam pembangunan bangsa. Selain itu, juga untuk menjaga warisan bangsa yang telah diwariskan kepada kaum muda.

Ada beberapa hal unik dalam perayaan Ekaristi Kaum Remaja kali ini. Salah satunya adalah EKR bulan Oktober ini bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Untuk mengingatkan kembali perjuangan para pemuda dalam memerdekakan Indonesia, maka ada sebuah video yang dibuat oleh tim panitia. Anggota RKK atau Remaja Katolik Kotabaru satu persatu bergantian menjawab pertanyaan yang diberikan.

Sekitar enam anggota RKK memberikan opininya terkait Sumpah Pemuda. Dari apa yang mereka ketahui tentang Sumpah Pemuda, isi Sumpah Pemuda, dan harapan mereka untuk Indonesia. Meski banyak dari mereka yang tidak mengingat isi dari Sumpah Pemuda tapi harapan mereka bagi Bangsa Indonesia sangat tulus. Tujuan dari video ini adalah mengajak kaum muda untuk berefleksi mengenai kepedulian terhadap negara ini.

Perayaan Ekaristi pun dilanjutkan dengan homili dari Rm. Pieter. Masih dengan suasana perayaan Sumpah Pemuda, Romo mengajak umat untuk mencari apa makna Sumpah Pemuda bagi diri sendiri. Romo juga mengajak kita untuk bangga menjadi warga Indonesia yang memiliki berbagai keberagaman namun tetap bisa bersatu.

“Kita patut bangga menjadi warga negara Indonesia dengan semangat kekatolikan. Seperti kata Mgr. Soegijapranoto: 100% Katolik, 100% Indonesia.”

Melalui homilinya, Rm. Pieter mengajak kita untuk melihat keindahan dalam keberagaman yang ada. Tidak selamanya perbedaan itu adalah hal yang buruk, ada kalanya keberagaman itu membuat sebuah negara menjadi kaya. Keberagaman juga membuat manusia bisa saling melengkapi. Seperti halnya murid-murid Yesus yang memiliki latar belakang yang berbeda atau seperti nada musik yang tidak hanya satu.

Maria Ludwina

.

.

.

.