Jumat, 7 Agustus 2026 — Seusai misa sore, suasana hangat tampak memenuhi halaman Gereja Kotabaru. Umat, para Frater dan Romo yang aktif dalam Gereja Kotabaru turut menghadiri kegiatan sarasehan dan bedah buku “Tujuh Jejak Rahmat: Membaca Seabad Gereja Kotabaru”. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan peluncuran buku yang disusun dan diproses bersama oleh para Frater dan Romo Jesuit.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Rm. Fajar, SJ selaku Romo Paroki dan dilanjutkan dengan seremoni penyerahan buku oleh Rm. Bambang, SJ kepada Romo Paroki. Lalu, beberapa perwakilan Frater seperti Frater TB, Frater Barry, dan Frater Cavin, menceritakan pengalaman, ide-ide dan insight dalam buku ini sesuai dengan bagian yang ditulliskan. Sesi sharing ditutup dengan sesi tanggapan yang dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok seni dan liturgi, kelompok gereja terbuka dan orang muda serta kelompok lintas iman dan sosial. Sesi tanya jawab berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi ruang diskusi mengenai berbagai realitas dalam konteks Gereja Kotabaru. Menjelang malam, kegiatan ditutup dengan refleksi oleh Rm. Wahyu, SJ dan dilanjutkan dengan doa serta peneguhan oleh Rm. Bambang SJ.

Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan yang dimiliki oleh Gereja Kotabaru. Momen ini menjadi pengingat dalam prosesnya menuju 100 tahun, Gereja Kotabaru telah melewati berbagai masa yang tentunya didukung oleh berbagai peran di dalamnya. Tidak berhenti sampai disitu, Gereja Kotabaru juga telah memiliki berbagai peran dan dampak bagi kehidupan-kehidupan baik di dalam maupun di luar Gereja.

Emanuella Gracia