Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru kembali menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Penyegaran Janji Perkawinan bagi para pasangan suami istri (pasutri) yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Juli. Perayaan yang berlangsung pada Minggu, 26 Juli, ini menjadi kesempatan bagi para pasutri untuk kembali meneguhkan komitmen dan kasih dalam kehidupan perkawinan, sekaligus mensyukuri perjalanan hidup bersama yang telah mereka lalui.

Perayaan tersebut bertepatan dengan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia yang diperingati setiap tahun pada Minggu keempat bulan Juli. Dalam perayaan ini, para lansia mendapat perhatian dan penghormatan secara khusus sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga dan Gereja. Para lansia juga menerima Komuni dalam dua rupa sebagai bagian dari perayaan Ekaristi.

Dalam homilinya, Rm. Yohanes Agus Setiyono SJ, menyampaikan bahwa keluarga yang terus dibangun dalam kasih akan menumbuhkan generasi yang menjadi harapan bagi Gereja. Pesan ini mengingatkan bahwa perjalanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pasangan suami istri, tetapi juga dengan bagaimana kasih, iman, dan keteladanan diteruskan kepada generasi berikutnya, termasuk melalui kehadiran para kakek dan nenek dalam keluarga.

Pada akhir perayaan, Romo membagikan bunga mawar putih kepada para lansia sebagai simbol kehadiran dan perhatian Gereja bagi mereka. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa setiap tahap kehidupan memiliki makna dan peran dalam karya Allah. Ketika manusia merasa tidak mampu atau bahkan menyerah, Allah tetap hadir dan mengambil bagian dalam karya kehidupan. Semoga keluarga-keluarga terus bertumbuh dalam kasih, para lansia senantiasa merasa dihargai dan disertai, serta seluruh umat mampu menjadi pembawa harapan bagi generasi yang akan datang.