Wilayah Kotabaru, Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu simbol toleransi antar keyakinan. Di kawasan ini, berdiri tiga rumah ibadah dari tiga agama berbeda yang letaknya berdekatan: Gereja St. Antonius Padua Kotabaru, Masjid Syuhada, dan HKBP Yogyakarta. Tak jarang, ketiganya berkolaborasi dalam berbagai kegiatan lintas iman, salah satunya melalui gelaran Srawung KobaRun yang berlangsung pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Sekitar 500 peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Srawung KobaRun terbagi dalam tiga kategori: Fun Run 3K, Fun Run 5K, dan Fun Walk 3K. Sejak pukul 05.00 WIB, para peserta telah berkumpul di Jalan I Dewa Nyoman Oka, lokasi garis start. Sebelum flag off, peserta disambut oleh Bregodo Widoromanis Kelurahan Kotabaru. Suasana semakin semarak dengan sesi pemanasan bersama dan pengarahan dari panitia. Setelah semua siap, flag off pertama dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Bapak Hasto Wardoyo.

Selama kurang lebih satu jam, peserta berlari dan berjalan menyusuri rute yang secara simbolis melewati tiga rumah ibadah di Kotabaru. Hal ini menjadi representasi nyata dari persaudaraan lintas iman. Tak ada kompetisi, tak ada pemenang atau yang kalah, semuanya hadir untuk satu semangat: bergerak bersama dalam damai dan kebersamaan.

Setibanya di garis finish, medali dikalungkan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai hiburan: penampilan dari Sanggar Budaya Omah Kotabaru, zumba bersama Zin Vicky, dan sesi menyanyi bersama Nufi Wardhana. Doorprize menarik juga dibagikan, menambah keceriaan suasana. Selain itu, disediakan pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Gondokusuman I sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat bagi seluruh peserta.

Hingga penghujung acara, semangat kebersamaan dan toleransi tetap terasa hangat di antara peserta. Srawung KobaRun bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarumat beragama, sekaligus menegaskan bahwa Kotabaru bukan hanya tempat tinggal tetapi juga rumah bagi harmoni.

Jessica Juliani