Liturgi merupakan suatu hal penting dalam hidup Gereja, khususnya dalam Perayaan Ekaristi. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi tim pelayanan untuk mengetahui bagaimana tata liturgi yang baik dan benar. Untuk mendukung hal tersebut, Tim Tata Perayaan dan Peribadatan (TPP) Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru bersama Panitia 100 Tahun kembali menggelar acara Sarasehan Liturgi pada tahun ini.

Mengangkat tema “Berliturgi dari Kursi Umat”, kegiatan ini diinisiasi untuk merespons secara nyata berbagai kendala yang dihadapi oleh para petugas yang melayani di paroki. TPP Gereja Kotabaru, menjelaskan bahwa ide pelaksanaan sarasehan ini berawal dari hasil evaluasi terhadap dinamika pelayanan di lapangan.
“Sarasehan liturgi ini berangkat dari kesulitan, kebingungan, dan ketidaktahuan dari beberapa teman-teman EKM (Ekaristi Kaum Muda), EKR (Ekaristi Kaum Remaja), hingga PIA (Pendampingan Iman Anak) ketika menyelenggarakan liturgi. Mulai dari menentukan tema misa, lagu-lagu yang akan dipakai, alat-alat musik, hiasan misa, dekorasi, hingga penyusunan teks misa”.

Untuk menjawab kegelisahan tersebut, Gereja menghadirkan Romo Patrisius Mutiara Andalas, SJ, seorang dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik di Universitas Sanata Dharma, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Romo Andalas, SJ menyoroti bagaimana perkembangan zaman ikut mempengaruhi media komunikasi yang digunakan dalam kegiatan peribadatan modern saat ini. Menurutnya pemanfaatan media yang tepat sangat krusial dalam membantu umat.
“Liturgi saat-saat ini sangat mengandalkan kata-kata, sedangkan yang kita perlukan gambar, suara, bahkan gambar dengan suara,” ujar Romo Andalas, SJ, menekankan pentingnya integrasi unsur audio-visual agar perayaan iman menjadi lebih hidup.

Melalui pelaksanaan sarasehan di tahun 2026 ini, Romo Andalas, SJ bersama TPP berharap agar seluruh elemen tim pelayanan baik kelompok kor, dirigen, pemandu lagu, hingga petugas dekorasi altar di setiap wilayah dapat semakin mengerti apa saja aturan yang sesuai dan dibutuhkan di dalam tata liturgi Gereja. Seluruh rangkaian proses belajar bersama ini berlangsung dengan penuh antusias dan kegembiraan.
Agnes Aprilia