Minggu, 7 Juni 2026, Panitia 100 Tahun Gereja St. Antonius Padua Kotabaru melaksanakan Rekoleksi dengan tujuan membentuk karakter setiap panitia agar dapat mempersiapkan dan menyambut acara ulang tahun gereja yang ke-100. Kegiatan di pimpin oleh Romo Pater Martinus Jupri Bulu Toding Sj, dengan dasaran pembahasan menggunakan kisah dari “Anak Yang Hilang” yang pernah diajarkan Tuhan Yesus.

Sosok dari seorang ayah menggambarkan karakter Kasih yang tanpa syarat dan pengampunan. Romo Pater Martinus Jupri Bulu Toding Sj mengajarkan agar untuk selalu selalu memaafkan apabila rekan 1 kepanitiaan yang melakukan kesalahan dan memberikan bantuan untuk semua hal seperti memperbaiki kesalahan tersebut, membantu apa bila ada yang kesusahan. Hal tersebut juga mengajarkan untuk tidak menurunkan derajat sesama saat melakukan suatu kesalahan.

 

Sosok Anak Bungsu menggambarkan karakter Keberanian mengakui Kesalahan. Manusia tak luput dari yang namanya kesalahan, tetapi tidak banyak yang berani mengakui karena takut akan menimbulkan amarah. Tapi Anak Bungsu memberi contoh untuk berani bersikap mengakui kesalahan juga dan permohonannya Maaf kepada ayahnya karena perbuatannya sendiri yang dimana kesalahan tersebut ia lakukan secara sadar.

Sosok Anak Sulung menggambarkan sifat Tegas, Patuh, Bahaya merasa paling benar dan iri Hati. Seorang anak Sulung memang sangat patuh terhadap Sang Ayah, ia menuruti semua kehendak ayahnya. Hal ini mengingat kan agar kita tetap harus melakukan suatu yang benar adanya. Tapi saat sang anak bungsu pulang dan ayahnya menyambut, memaafkan bahkan sampai mengadakan pesta. Anak Sulung merasa iri hati karena anaknya yang bandel, dan saat sudah tidak memiliki apa-apa yang pulang ke pelukan sang ayah tetap mendapatkan kasih sayang yang lebih. Kedekatan antara panita atau umat dengan para Petinggi gereja, akan menjadi sebuah pemicu untuk panitia dan umat yang jarang berkomunikasi dengan petinggi gereja yang akan membuat suatu asumsi yang belum tentu benar, yang juga dapat menghambat berjalannya dengan baik acara HUT Gereja yang ke 100