Pada Selasa dan Rabu, 17–18 Februari 2026, umat Katolik merayakan Rabu Abu sebagai awal Masa Prapaskah. Dalam perayaan ini, umat diajak untuk bertobat, merenungkan kefanaan hidup, serta mempersiapkan diri menyambut Paskah. Umat menerima tanda abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Perayaan Ekaristi ini dihadiri ratusan umat yang datang untuk menerima abu sebagai tanda refleksi dan pembaruan diri.

Dalam homilinya, Romo Agus mengajak umat untuk merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus dengan hati terbuka dan rendah hati, agar tergerak melakukan pertobatan sejati, meninggalkan dosa, memperbarui hidup, serta semakin mendekat kepada kasih Allah yang menebus.

Caraka Putra