Minggu, 23 November 2025, bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, empat pasangan suami-istri yang berulang tahun perkawinan pada bulan November melakukan penyegaran janji perkawinan. Dengan berpegangan tangan, secara bergantian, saling mengucapkan kembali janji perkawinan disaksikan oleh Romo Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ.

Dalam homili, Romo Hasto mengajak umat untuk berefleksi pada peran-peran yang ada dalam kisah penyaliban Yesus dalam bacaan Injil. Romo Hasto mengkategorikan peran-peran tersebut yaitu sebagai penonton, melihat Yesus sebagai Raja Dunia yang tergambarkan oleh para serdadu yang mengolok-olok dan kategori ketiga, melihat Yesus sebagai sosok Yesus secara utuh yang tergambarkan oleh penyamun. Romo Hasto menekankan karakter penyamun yang berani bertobat, menyadari dosanya dan juga berpaling menuju Yesus, mengakui Yesus sebagai Raja. 

Berkaitan dengan kisah injil hari ini, Romo Hasto menekankan untuk saling mengampuni dan saling mengasihi. Sikap ini pun diumpamakan sebagai sosok rumah dalam rupa kehadiran pasangan bagi satu sama lain, yang di dalamnya ada pemahaman di tengah pergulatan kehidupan. Ketidaksempurnaan setiap pasangan, membawa pada indahnya sikap saling menerima, saling mengampuni, dan saling mengasihi sebagaimananya mereka ada, yang dijalani dengan rahmat Tuhan, selayaknya kisah penyamun yang bertobat. Menerima masa lalu, dan juga ingat untuk kembali pada Yesus sebagai penguat pernikahan.

Dengan diadakannya Perayaan Ekaristi Penyegaran Janji Perkawinan, diharapkan agar suami-istri mampu mengingat dan terus membangun kehangatan serta rasa cinta yang tumbuh dalam keluarga dengan mengajak Yesus untuk turut berperan di dalam keluarga, baik dalam suka maupun duka.

 

Emanuella Gracia