Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru kembali mengadakan Ekaristi Penyegaran Janji Perkawinan bagi pasangan suami istri, khususnya mereka yang menikah di bulan Februari. Perayaan ini menjadi momen istimewa bagi para pasangan untuk memperbarui komitmen kasih dalam kehidupan berkeluarga dan meneguhkan kembali janji suci yang mereka ucapkan di hadapan Tuhan.

 

Dalam homilinya, Rm. Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ menekankan pentingnya kasih dalam kehidupan pernikahan. Ia menyampaikan bahwa di tengah perkembangan dunia yang semakin maju, manusia dituntut untuk semakin manusiawi. “Kasih hadir untuk memutus kekerasan, kasih menyelamatkan,” ujarnya. Kasih, menurutnya, bukan sekadar perasaan, tetapi juga keputusan dan tindakan nyata yang harus terus dipelihara oleh setiap pasangan suami istri.

Lebih lanjut, Rm. Fajar menjelaskan bahwa manusia tidak hanya memiliki unsur-unsur manusiawi, tetapi juga unsur surgawi yang menjadi dasar kasih dalam diri mereka. “Ketika kita menyadari bahwa kasih bukan berasal dari kita sendiri, tetapi dari Tuhan, kita akan lebih mampu membangun rumah tangga yang penuh dengan cinta dan pengampunan,” tuturnya. Oleh karena itu, umat Katolik, khususnya yang telah menikah, diajak untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan terutama saat membangun rumah tangga yang harmonis.

Setelah khotbah, para pasangan suami istri yang hadir mengikuti prosesi penyegaran janji perkawinan. Dalam prosesi ini, mereka kembali mengucapkan janji setia satu sama lain di hadapan Tuhan dan jemaat yang hadir. Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap pasangan untuk kembali mengingat komitmen awal mereka dalam membangun keluarga yang penuh kasih dan saling mendukung.

Penyegaran janji perkawinan memiliki makna yang mendalam. Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri tentu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam hal ekonomi, komunikasi, maupun perubahan dalam kehidupan pribadi mereka. Dengan menyegarkan janji pernikahan, mereka diajak untuk kembali memperkuat ikatan kasih, merefleksikan hubungan, serta memperbaiki kekurangan yang mungkin muncul dalam perjalanan rumah tangga.

Selain itu, penyegaran janji perkawinan juga menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga. Dalam kehidupan yang semakin sibuk dan penuh dengan berbagai tuntutan, pasangan suami istri seringkali lupa untuk bersyukur atas keberadaan satu sama lain. Melalui momen ini, mereka diajak untuk kembali menumbuhkan rasa syukur dan memperbarui komitmen mereka dalam membangun keluarga yang diberkati.

 

Elizabeth Avelia