Minggu, 24 Agustus 2025, Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Penyegaran Janji Perkawinan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Vincentius Doni Erlangga Satriawan, SJ, serta dihadiri oleh 11 pasangan suami-istri (pasutri) yang merayakan ulang tahun pernikahan dan hendak memperbaharui janji perkawinan di bulan Agustus.
Dalam homilinya, Romo menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu sempit dan membutuhkan perjuangan untuk memasukinya. Jalan yang sulit bukan alasan untuk menyerah, justru di situlah kita diajarkan untuk setia. Yesus mengingatkan bahwa keselamatan menuntut disiplin, ketekunan, dan kesetiaan, sementara kesenangan duniawi terbuka lebar untuk menggoda. Maka, panggilan perkawinan hendaknya dijalani dengan memilih jalan setia, berintegritas, berkorban, dan berjuang demi keselamatan cinta pasutri.

Romo juga menekankan bahwa panggilan hidup bakti, termasuk dalam perkawinan, bukanlah jalan yang mudah. Rumah tangga bukan hanya tentang sukacita, melainkan juga perjuangan, pendidikan, dan kesetiaan melalui jalan yang sempit. Justru pengalaman itulah yang mematangkan keluarga. Pesan ini juga ditujukan kepada kaum muda, agar tidak terjebak dalam tawaran dunia yang instan: popularitas, relasi tanpa komitmen, dan gaya hidup konsumtif. Kristus mengajak kita memilih jalan kesetiaan, integritas, dan pengorbanan.

Setelah homili, perayaan dilanjutkan dengan pembaharuan janji perkawinan di depan altar. Para pasutri, sambil memegang lilin yang menyala, mengucapkan janji secara bergantian. Prosesi ditutup dengan percikan air suci, penerimaan berkat, serta momen pasutri saling menyatakan cinta dan memberikan hormat kepada umat sebagai tanda syukur atas kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan menguduskan pernikahan mereka.

Semoga perayaan ini semakin meneguhkan para pasangan dalam menghayati cinta sejati yang berakar pada Kristus. Kiranya kasih dan berkat Tuhan senantiasa menyertai setiap keluarga, sehingga mampu menjadi saksi kesetiaan dan sukacita di tengah dunia.
Adelia Leoni Putri Cahyani