9Rabu, 31 Juli 2024, menjadi hari yang sangat spesial bagi Serikat Jesus pasalnya bertepatan dengan Hari Raya St. Ignatius Loyola, pendiri Serikat Jesus. Hari yang sangat istimewa ini diiringi dengan misa Peringatan St. Ignatius Loyola pada pukul 17.30 WIB dan diakhiri dengan pesta umat di sayap utara Gereja. Misa dengan tema “Mencintai untuk Melayani” ini dipimpin oleh Romo Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ, Romo Macarius Maharsono Probo, SJ, dan Romo Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ.

Misa sore hari yang dihadiri oleh berbagai kalangan umat, mulai dari yang muda hingga lansia, menambah kemeriahan dan keharmonisan jalannya Perayaan Ekaristi ini. Saat homili, Romo  Fajar bercerita tentang bagaimana kisah panggilan St. Ignatius Loyola menjadi pelayan Tuhan yang setia. Bagaimana kebesaran dan kerendahan hati St. Ignatius Loyola pada masyarakat terutama pada orang-orang miskin. Ia memilih jalan yang Tuhan telah sediakan baginya karena Tuhan menguatkan hatinya dan meyakinkan dirinya. 

St. Ignatius Loyola yakin bahwa Tuhan selalu membimbingnya maka Ia meninggalkan segala kemewahan hidupnya, memutuskan untuk hidup sama seperti orang miskin, bergaul bersama dengan mereka, membentuk persahabatan, membela mereka yang lemah, hingga akhirnya terbentuklah sebuah kelompok. Kelompok yang kita kenal sekarang ini Serikat Yesus. 

Hal ini hendaknya menjadi suatu pesan bagi kita semua bahwa banyak orang memerlukan bantuan uluran tangan kita. Banyak orang yang lemah dan tidak mampu, tertindas sedemikian rupa hanya untuk berjuang hidup dan menafkahi keluarganya. Apa yang St. Ignatius Loyola ingin ajarkan adalah mari kita sebagai manusia, membuka mata kita, melihat sekeliling kita, menjadi manusia yang peduli. 

Ia juga mengajarkan kita untuk jangan terlena dengan keadaan yang kita miliki sekarang, jangan senang diatas penderitaan orang lain tapi, keluarlah dari zona nyaman ini dan berbagilah sukacita kepada semua orang, kepada mereka yang lemah, kepada mereka yang miskin, kepada mereka yang tertindas, kepada mereka yang dikucilkan. 

Misa sore hari ini ditutup pesta umat. Hendaknya ini mampu menjadi suatu jalinan ikatan yang kuat antar umat Katolik dan mempererat rasa persaudaraan dan hubungan komunikasi yang baik antara imam, Gereja, dan para umat sebab kita disatukan oleh karena Yesus Kristus.

Aji Gersom