Minggu, 7 Juli 2024 – Bertempat di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta, Perayaan Ekaristi Satu Suro kali ini berlangsung dengan nuansa Jawa. Misa yang dilaksanakan pada hari Minggu ini dipimpin oleh Romo Macarius Maharsono Probho, SJ dan menghadirkan iringan musik gamelan yang menambah kekhidmatan acara.

Sebagai bagian dari perayaan Satu Suro, Misa kali ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa secara keseluruhan. Suasana khusyuk dan penuh makna terasa sepanjang rangkaian Ekaristi, mulai dari pembukaan hingga penutupan ibadah.

Dalam homilinya, Romo Mahar menyampaikan pesan mendalam tentang makna Satu Suro. Ia menjelaskan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk lebih memahami pekerjaan Tuhan Yesus. Romo Mahar mengaitkan filosofi Jawa “ngangsu papikulan warih,” yang berarti “mencari air dengan bekal tempat air,” dengan ajakan untuk mencari ilmu dan pengetahuan batin dengan memahami dasar-dasarnya. 

“Di bulan Suro ini, kita diajak untuk bersyukur kepada Tuhan dan memohon kebaikan-Nya agar kita senantiasa diberkati dengan kesehatan dan kemampuan untuk merasakan pekerjaan Tuhan. Semoga dengan berkat dan cinta kasih Tuhan yang terus mengalir, kita dapat semakin dekat dengan Tuhan Yesus,” ujar Romo Mahar dalam homilinya.

 

 

 

 

 

Perayaan Ekaristi ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk merenungkan kebijaksanaan Tuhan dan menguatkan iman umat. Melalui perayaan ini, diharapkan setiap jemaat dapat merasakan aliran berkat dan cinta kasih Tuhan yang tiada henti.

Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta berharap bahwa momen perayaan Satu Suro ini akan menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Tuhan serta meningkatkan rasa syukur dan iman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Agustina Permata