Sabtu, 12 April 2025, menjadi awal perjalanan Pekan Suci bagi umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru. Untuk mengenang peristiwa penting ini, gereja mengadakan enam kali Perayaan Ekaristi Minggu Palma yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Setiap perayaan diikuti dengan antusias oleh umat, menandai semangat iman yang hidup dalam komunitas.

Meskipun cuaca sempat mendung dan hujan turun menjelang perayaan pada Sabtu sore, semangat umat tidak luntur. Gereja tetap dipenuhi oleh umat yang membawa daun palma, simbol kemenangan dan pengharapan dalam menyambut Kristus Sang Raja. Momen melambai-lambaikan daun palma oleh umat menjadi salah satu ciri khas yang menambah kehangatan suasana perayaan.

Keesokan harinya, pada Minggu pagi, jumlah umat yang hadir bahkan semakin banyak. Sejak pagi hari, halaman dan area sekitar gereja mulai dipadati umat dari berbagai kalangan usia. Dalam homili yang disampaikan para imam, umat diajak merenungkan makna sejati dari Minggu Palma: panggilan untuk mengikuti Yesus tidak hanya dalam kemuliaan, tetapi juga dalam penderitaan dan pengorbanan. Semangat ini menjadi awal perjalanan rohani umat dalam memasuki Pekan Suci dengan hati yang terbuka.

Menjelang sore hingga malam hari, suasana perayaan sedikit berbeda. Rintik hujan kembali menyertai perayaan, namun justru menciptakan nuansa yang syahdu dan menyentuh. Umat tetap hadir dan mengikuti Ekaristi dengan khidmat. Para imam menyampaikan pesan yang penuh harapan, mengajak umat untuk membuka hati dan menjadi lebih peka terhadap kehadiran serta karya Allah dalam hidup mereka yang sering kali hadir secara mengejutkan dan melalui hal-hal yang tidak terduga.

Dengan enam kali perayaan yang berlangsung meriah namun penuh penghayatan, Minggu Palma di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru menjadi awal yang indah dan bermakna dalam mengantar umat memasuki masa tersuci dalam kalender liturgi: Pekan Suci.

Jessica Juliani & Bernadheta Lely