“Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, di hadapan wajah Tuhan kar’na Ia sudah datang.” Kidung mazmur telah menggema indah di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru pada Perayaan Ekaristi Malam Natal. Gereja dipenuhi umat, suasana terasa hangat, ramai, dan penuh sukacita menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Untuk melayani umat yang hadir, Perayaan Ekaristi Malam Natal dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ekaristi pertama dimulai pukul 17.00 WIB dan dipersembahkan oleh Rm. Yohanes Agus Setiyono, SJ bersama Rm. Paulus Bambang Irawan, SJ. Dalam homilinya, Rm. Bambang, SJ mengajak umat meneladani Santo Yosef yang berani berkata “ya” pada hidup yang tidak selalu mudah. “Kalau kita melihat hidup ini sedang dalam ketidakberesan, tetapi kita percaya dan menerima, maka kita bisa bergembira,” tutur beliau.

Pergantian umat dari perayaan pertama ke perayaan kedua berlangsung dengan tertib. Umat kembali berbondong-bondong memenuhi gereja untuk mengikuti Ekaristi Malam Natal kedua yang dimulai pukul 20.00 WIB. Perayaan ini dipersembahkan oleh Rm. Vincentius Doni Erlangga Satriawan, SJ dan Rm. Cyprianus Kuntoro Adi, SJ. Melalui homilinya, Rm. Doni, SJ mengajak umat berefleksi dengan pertanyaan sederhana namun menyentuh: “Apakah hati kita juga menjadi palungan tempat Allah hadir?” Ia mengingatkan bahwa Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk hadir dalam hidup kita.

Meski malam semakin larut, semangat dan sukacita umat, khususnya orang muda tidak berkurang. Perayaan Ekaristi Malam Natal Kaum Muda berlangsung pukul 22.30 WIB dan dipersembahkan oleh Rm. Hugo Bayu Hadibowo, SJ. Dalam suasana yang penuh harapan, anak muda diajak untuk menjadikan kehadiran mereka sebagai hadiah terindah, menjadi palungan bagi sesama yang membutuhkan, serta terus hidup dalam berkat Tuhan.
Perayaan Ekaristi Malam Natal di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru menjadi momen penuh sukacita, iman, dan harapan. Melalui tiga perayaan Ekaristi Malam Natal, umat diajak untuk membuka hati, meneladani ketaatan Santo Yosef, serta menjadikan diri sebagai palungan tempat Allah hadir. Sukacita Natal ini diharapkan tidak berhenti di malam Natal ini, tetapi terus hidup dalam keseharian sebagai berkat bagi sesama.
Bernadheta Lely