Pada hari Minggu, 2 Maret 2024, Seminari Mertoyudan mengadakan agenda tahunannya yaitu Open House dalam rangkain Ulang Tahun Seminari Mertoyudan ke-113. Paroki Kotabaru, yang terdiri dari Papita (Putra-putri Altar), anak-anak Komuni Pertama, anak-anak misioner, dan Remaja Katolik Kotabaru, turut hadir dalam kegiatan ini. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan suasana dan lingkungan Seminari Mertoyudan ke generasi muda dengan harapan ada yang terpanggil untuk menjadi kaum selibat.

Di Seminari Mertoyudan terdapat tampilan-tampilan yang ditujukan untuk mengenal apa saja kegiatan selama menjalani kehidupan di seminari. Saat masuk ke lingkungan Seminari, peserta langsung disuguhkan dengan tampilan-tampilan dari kelompok minat, ekstrakurikuler, dan berbagai permainan. Di rumah musik juga terdapat tampilan dari CSSO (Canisi Seminarium Symphony Orchestra) dan Paduan Suara sedangkan di sekitar GOR terdapat stan-stan makanan dan jajanan yang tidak hanya dijual oleh pedagang, namun juga dijual oleh para Seminaris.

Peserta dari Kotabaru tampak menikmati serangkaian kegiatan di seminari dengan bahagia dan bersemangat. Mereka menikmati segala permainan dan tampilan dari kelompok-kelompok minat dengan antusias. Bahkan mereka dapat berbaur dengan para seminaris dan Romo-Frater yang ada di sana. Waktu pun berjalan cepat hingga tak terasa harus meninggalkan seminari  untuk melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya.

Destinasi berikutnya adalah PPSM (Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan) sekaligus makan siang. Selain makan siang, peserta juga dapat berkeliling di lingkungan PPSM yang sering digunakan untuk retret dan pertemuan-pertemuan. Mereka berkeliling dengan antusias karena terdapat ruang terbuka yang menyegarkan dan terdapat burung pelikan sebagai lambang Keuskupan Agung Semarang. Setelah selesai makan dan berkeliling, peserta pun melakukan perjalanan pulang. Kelelahan tampak ketika sudah sampai di bis tetapi juga ada ekspresi bahagia di wajah mereka. 

Semoga melalui kegiatan ini, peserta dapat mengerti bahwa panggilan menjadi kaum selibat tidak kalah menarik dengan panggilan lainnya sehingga dapat menimbang kedua panggilan dengan matang sejalan dengan kehendak Tuhan. Seperti yang disampaikan Romo Doni dalam sambutan sebelum keberangkatan, bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memunculkan api panggilan dan mengenal lingkungan panggilan itu sendiri.

 

Cikal Paundra Octaviano