Setiap tahun, umat Kristiani memperingati Kenaikan Tuhan sebagai salah satu peristiwa penting. Kenaikan Tuhan yang terjadi empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya menandai kemenangan-Nya atas kematian dan penegasan kuasa-Nya sebagai Putra Allah. Gereja St. Antonius Padua Kotabaru bersama seluruh umat kembali mengenang dan mengingat pesan keselamatan yang Yesus Kristus berikan kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke surga melalui perayaan Ekaristi suci yang diadakan pada tanggal 8 Mei dan 9 Mei 2024.

Dalam khotbah perayaan Ekaristi suci Kenaikan Tuhan yang disampaikan oleh Rm. Yustinus Rumanto SJ, umat diajak untuk meneladan Yesus Kristus dan para orang suci yang selalu memberikan berkat pada kehidupan yang ada di sekeliling walaupun dalam keadaan tersiksa dan dikhianati. Dalam perjalanan hidup pastinya akan banyak hal terjadi yang tidak sesuai dengan harapan, alih-alih meratapinya kita tetap bisa memilih untuk bersyukur atas apa yang Tuhan berikan.
Khotbah yang dibawakan oleh Rm. Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ, juga disampaikan kenaikan Tuhan bagaikan peristiwa perpisahan yang membawa berkat dan sukacita bagi para muridnya. Kita sebagai umat yang ditinggalkan oleh Tuhan, diberikan amanat agung sebagai tugas perutusan yang berbunyi “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Pesan ini disampaikan oleh Tuhan sebelum naik ke Surga dan berlaku bagi siapa saja yang sudah menerima baptisan dan menyebutkan dirinya sebagai murid Kristus.

Sebagai manusia yang telah menerima penebusan atas dosa-dosa melalui kebangkitan Yesus Kristus, umat Kristiani diharapkan mampu menjalani kehidupan baru dengan semangat cinta kasih dan berkat yang mereka terima. Dengan demikian, umat dianggap mampu mengemban tugas menjadi saksi-saksi kebaikan dan kebenaran dalam nama-Nya.

Perayaan Ekaristi Kenaikan Yesus Kristus bukan hanya sekadar peringatan atas peristiwa sejarah, tetapi juga merupakan panggilan bagi umat Kristiani untuk menghidupi ajaran dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghayati semangat dan ajaran-Nya, umat diharapkan dapat menjadi terang bagi dunia dan menyebarkan kasih dan kebaikan kepada semua orang yang mereka jumpai.
Patricia Dwi & Avelia Poereta