Umat Katolik di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru berkumpul dalam suasana penuh khidmat untuk merayakan Kamis Putih, yang menjadi awal dari rangkaian Trihari Suci menjelang Paskah. Dalam semangat penghayatan akan kasih dan pengorbanan Kristus, gereja menyelenggarakan tiga kali Perayaan Ekaristi Kamis Putih pada hari Kamis, 17 April 2025. Masing-masing perayaan berlangsung dengan suasana yang sakral dan menyentuh.

Perayaan pertama dilangsungkan pada Kamis sore, menjadi momen istimewa untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya, sebuah peristiwa yang menandai awal sengsara-Nya menuju salib. Liturgi ini menjadi pengingat kuat akan kasih yang total dan kesetiaan Yesus terhadap misi penyelamatan-Nya.

Pada malam harinya, dalam perayaan kedua, umat kembali diajak untuk merenungkan inti kasih Kristiani. “Ubi caritas, Deus ibi est – Di mana ada cinta kasih, di situ hadir Tuhan,” demikian pengantar dari Romo Hasto, SJ, yang menggema dalam hati umat. Kalimat ini menjadi landasan permenungan dalam perayaan, membuka makna terdalam dari kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Kamis Putih juga dikenal dengan dua ritus khas yang sangat bermakna: pembasuhan kaki para murid dan perarakan Sakramen Mahakudus. Dalam perayaan ketiga, umat menyaksikan kembali tindakan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya, bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata dari pelayanan yang lahir dari kasih sejati. Ritus ini menjadi pengingat bahwa panggilan Kristiani adalah melayani dengan rendah hati, seperti Kristus telah melayani.

Usai perayaan ketiga, umat diajak untuk memasuki suasana hening dalam ibadat tuguran, berjaga bersama Yesus yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi salib. Dalam keheningan dan doa, umat merenungkan kasih Allah yang begitu besar, kasih yang rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan dunia. Tuguran menjadi jembatan rohani yang mengantar umat memasuki Jumat Agung dengan hati yang siap, penuh penghayatan dan penyerahan diri.

Bernadheta Lely & Jessica Juliani