Minggu, 27 April 2025, Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Penyegaran Janji Perkawinan bertepatan dengan Perayaan Minggu Kerahiman Ilahi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ, serta dihadiri oleh enam pasangan suami-istri (pasutri) yang merayakan peringatan pernikahan dan hendak memperbaharui janji perkawinan di bulan April.

Dalam homilinya, Romo Hasto mengajak umat untuk merenungkan makna perutusan dan kerahiman yang diterima para murid setelah kebangkitan Yesus. Ia menegaskan bahwa Yesus mengutus para murid bukan dalam keadaan sempurna, melainkan dalam situasi penuh ketakutan, kebimbangan, dan ketidaksempurnaan. Dengan hembusan Roh Kudus, para murid yang ketakutan itu dipanggil untuk pergi ke tengah dunia dan mewartakan kabar sukacita.

Sama seperti para murid, setiap keluarga diutus Tuhan dengan ketidaksempurnaan mereka, dan sakramen perkawinan menjadi nafas penguatan bagi perjalanan hidup bersama. Romo Hasto mengutip catatan Sri Paus, “Tidak ada keluarga yang sempurna, tetapi kita bisa mengusahakannya melalui suka duka dan sikap saling menerima, sebagai syarat untuk mencapai kesempurnaan.” Ia menekankan pentingnya penerimaan, pengampunan, dan kasih tanpa syarat kepada pasangan dengan segala ketidaksempurnaan dan kerapuhan yang dimiliki.

Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan pembaharuan janji perkawinan di depan altar. Pasutri, dengan lilin menyala di tangan, mengucapkan janji secara bergantian, diakhiri dengan percikan air suci dan penerimaan berkat dari Romo. Sebagai penutup prosesi, para pasutri saling menyatakan cinta dengan gestur sederhana sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang terus menghidupi dan menguduskan pernikahan mereka.

Melalui pembaharuan janji perkawinan ini, Gereja berharap agar setiap pasutri dan keluarga semakin dimampukan untuk saling mengampuni, saling menerima, dan saling menguatkan dalam perjalanan peziarahan menuju kesempurnaan di dunia ini.

 

Alexander