Kamis, 26 Juni 2025 – Gereja St. Antonius Kotabaru menyelenggarakan perayaan Ekaristi harian yang dikemas secara khusus dalam nuansa Satu Suro. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Banar, SJ, dan menghadirkan suasana yang unik dan khas, bertepatan dengan hari pertama dalam penanggalan Jawa.
Gereja memberikan sentuhan budaya lokal dengan memadukan prosesi misa dan alunan gamelan Jawa, menjadikan malam tersebut terasa istimewa dan sarat makna. Kehadiran seni gamelan yang menyatu dalam liturgi menjadi bentuk nyata antusiasme umat Katolik Gereja Kotabaru dalam mengapresiasi kekayaan budaya.

Dalam homilinya, Rm. Banar, SJ, menegaskan bahwa hari tersebut adalah hari yang istimewa, indah, dan baik. Ia menyampaikan bahwa dalam sejarahnya, penggunaan gamelan dalam perayaan Ekaristi di Gereja Kotabaru sangat jarang dilakukan. Biasanya, gamelan hanya dimainkan dalam acara di luar liturgi, seperti saat penyambutan Uskup. Oleh karena itu, perayaan ini menjadi momen langka dan berkesan.

Lebih lanjut, Rm. Banar mengajak umat untuk memaknai Satu Suro tidak sekadar sebagai malam yang mistis atau angker, sebagaimana banyak dipahami masyarakat umum. Sebaliknya, Gereja ingin menghadirkan makna baru—bahwa malam Satu Suro dapat dirayakan sebagai malam yang penuh harapan dan syukur, sebagaimana hari pertama dalam tahun baru Jawa.

Dengan adanya perayaan Ekaristi bernuansa budaya ini, Gereja berharap umat semakin tertarik untuk mengenal dan mencintai liturgi Ekaristi. Setiap momen hidup diharapkan dapat dimaknai dengan syukur dan pengharapan yang mendalam. Perayaan malam Satu Suro ini pun diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar terus bertumbuh dan berkembang dalam perjalanan iman di dunia ini.
Gregorius Gorga W & Emanuella Gracia