Pada Minggu, 4 Januari 2026, Ekaristi Anak yang dipimpin oleh Romo Aditya Manggala, SJ, memberikan sebuah visualisasi kisah seorang anak kecil bernama Lita. Melalui visualisasi tersebut, diceritakan tentang seorang anak misioner yang mengajarkan bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan dapat membawa sukacita bagi orang lain. Kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang berani, baik hati, dan mampu berbagi kepada sesama, sehingga kita pun dapat menjadi anak misioner.

Dalam homilinya, Romo Adit memberikan pertanyaan kepada anak-anak tentang kisah yang dibacakan pada bacaan Injil. Anak-anak pun antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dari Romo, bahkan ada yang minta diberkati dipertengahan Ekaristi. Anak-anak dapat menjawab dengan baik dan benar di setiap pertanyaan yang diberikan. Bacaan Injil yang dibacakan mengisahkan tentang tiga orang Majus dari Timur, yaitu Melkior, Baltasar,dan Gaspar, yang kemudian disingkat oleh Romo Adit menjadi MBG.
Romo Adit kembali mengingatkan anak-anak agar bisa berbagi baik melalui mainan, uang, atau apapun yang bisa dibagikan kepada teman-temanya. Sebagai contoh, Romo Adit mempersembahkan mainannya kepada Bayi Yesus untuk mengajarkan bahwa berbagi tidak selalu berarti memberi, tetapi juga bisa berupa meminjamkan dengan tulus.

Selain itu, Romo Adit juga memperkenalkan “2D 2K”, yaitu kepanjangan dari Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian. Hal tersebut adalah sebuah perilaku yang perlu diterapkan untuk menjadi anak misioner, yakni dengan berdoa, bersedekah, berkorban, dan memberi kesaksian melalui perbuatan nyata.

Nathan Umbas