<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>corona | Gereja Kotabaru</title>
	<atom:link href="https://parokikotabaru.org/tag/corona/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<description>Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2020 07:05:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.10</generator>

<image>
	<url>https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Desain-tanpa-judul-1-32x32.png</url>
	<title>corona | Gereja Kotabaru</title>
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kotabaru Peduli</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/kotabaru-peduli/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/kotabaru-peduli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Kotabaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2020 07:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[donasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kotabaru]]></category>
		<category><![CDATA[nasi bungkus]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[petalaks]]></category>
		<category><![CDATA[sega mubeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=21022</guid>

					<description><![CDATA[Kurang lebih sudah sebulan kita melakukan physical distancing. Sayangnya ada banyak orang di luar sana yang kehilangan mata pencaharian mereka dan sulit untuk mencari sesuap nasi. Komunitas Sega Mubeng Kotabaru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21023 alignright" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-300x225.jpg" alt="" width="231" height="174" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-300x225.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-1024x768.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-768x576.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-1536x1152.jpg 1536w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG20200421100510-2-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 231px) 100vw, 231px" />Kurang lebih sudah sebulan kita melakukan <em>physical distancing</em>. Sayangnya ada banyak orang di luar sana yang kehilangan mata pencaharian mereka dan sulit untuk mencari sesuap nasi. Komunitas Sega Mubeng Kotabaru tergerak untuk membagikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-21025 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0051-2-225x300.jpg" alt="" width="180" height="239" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0051-2-225x300.jpg 225w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0051-2.jpg 768w" sizes="(max-width: 180px) 100vw, 180px" />Sega Mubeng secara rutin setiap hari Sabtu pagi membagikan makanan kepada yang membuthkan di kawasan Yogyakarta. Namun karena adanya pandemi Corona, Sega Mubeng tidak dapat lagi berkumpul ramai-ramai untuk membagikan makanan dengan cara seperti biasanya. Mereka akhirnya membuka lemari nasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka setiap hari pada pukul 10.00 WIB. Lemari nasi ini boleh diisi oleh siapa pun dan juga boleh diambil oleh siapa pun yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;">Dalam sehari mereka bisa membagikan sampai 300 bungkus makanan dan selalu habis. “Akhir-akhir ini banyak pemulung, tukang becak, ojol, juga anak-anak perantauan yang mengambil nasi di sini. Mereka yang kehilangan pekerjaan dan benar-benar membutuhkan,” ujar Ibu Yuliana, Koordinator Komunitas Sega Mubeng.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;">Sebelum mengambil nasi, mereka yang membutuhkan diminta mencuci tangan terlebih dahulu di tempat yang sudah disediakan. Sambil membuka lemari nasi, Komunitas Sega Mubeng juga membagikan masker non medis kepada mereka yang tidak memakai atau membawa masker saat mengambil makanan. Mereka juga menyediakan tempat duduk di taman kota sepanjang Jalan I Dewa Nyoman Oka dengan memberi tanda agar orang-orang yang makan di sana dapat tetap menjaga jarak.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-21024 alignright" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-300x170.jpg" alt="" width="277" height="157" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-300x170.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-1024x579.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-768x434.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-1536x868.jpg 1536w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_124122-2-2048x1158.jpg 2048w" sizes="(max-width: 277px) 100vw, 277px" />Tim Pelayanan Petalaks Kotabaru juga tergerak untuk membagikan snack kepada masyarakat yang membutuhkan dan vitamin untuk para tenaga medis. Pada Selasa (21/04/2020), Tim Petalaks membagikan 300 pak snack ke beberapa wilayah yang belum terjamah di Yogyakarta. “Ternyata di luar sana ada beberapa wilayah kecil yang belum terjamah oleh para donatur,” ujar Ibu Elsje, dari Tim Pelayanan Petalaks.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;">Sampai pada tanggal (18/04/2020), Gereja Kotabaru sudah membagikan 3744 nasi bungkus, 189 kg beras, 1500 masker, 100 <em>face shield</em>, 2 dos dan 5 pak vitamin. Jika Anda ingin berpartisipasi, silahkan menghubungi Ibu Yulia (0812-9379-0041) atau Sdri. Ririn (0858-7866-411). Tentunya kami sangat berterimakasih kepada para relawan dan donatur yang telah berpartisipasi. Bantuan Anda masih kami tunggu dan kami butuhkan. Update laporan mengenai Kotabaru Peduli dapat Anda simak di akun instagram <a href="https://www.instagram.com/segamubeng18/?hl=id">@segamubeng18</a></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;">Ibu Yuliana beserta Komunitas Sega Mubeng dan juga Tim Pelayanan Petalaks berharap usaha mereka ini dapat mengurangi dan membantu masalah ekonomi mereka yang membutuhkan. Walaupun yang mereka berikan mungkin tidak seberapa, namun diharapkan bisa membuat mereka <em>survive</em> dari masalah ekonomi yang sekarang sedang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;"><span style="display: inline-block;"><span style="display: none;">.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-top: 0pt; padding-top: 0; margin-bottom: 0pt; padding-bottom: 0; line-height: 1.2; font-size: 11pt;">Jessica Juliani</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/kotabaru-peduli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
