<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Renungan | Gereja Kotabaru</title>
	<atom:link href="https://parokikotabaru.org/category/spiritualitas/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<description>Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Dec 2019 13:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.10</generator>

<image>
	<url>https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Desain-tanpa-judul-1-32x32.png</url>
	<title>Renungan | Gereja Kotabaru</title>
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Renungan Adven IV 2019</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iv-2019/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iv-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Kotabaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 05:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20645</guid>

					<description><![CDATA[PERMENUNGAN MINGGU ADVEN KEEMPAT Bacaan Yes.7:10-14; Mzm. 23; Rom.1:1-7; Mat.1:18-24. Disposisi batin Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku. Rahmat yang dimohon Aku memohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><b>PERMENUNGAN MINGGU ADVEN K</b><strong>EEMPAT</strong></p>



<p><strong>Bacaan</strong></p>



<p>Yes.7:10-14; Mzm. 23;
Rom.1:1-7; Mat.1:18-24.</p>



<p><strong>Disposisi batin</strong></p>



<p>Aku membayangkan
diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku.</p>



<p><strong>Rahmat yang
dimohon</strong></p>



<p>Aku memohon rahmat kedekatan
dengan Yesus dalam perjalanan dan pelayanan-Nya.</p>



<p><strong>Saran: UAP 4</strong></p>



<p>Menunjukkan jalan
kepada Allah lewat Latihan Rohani dan diskresi.</p>



<p>Bacaan-bacaan dalam
minggu adven ini berkisah tentang kelahiran seorang putra, Immanuel. Immanuel
berarti Allah menyertai kita. Putra itu adalah Yesus Kristus yang menebus dosa
manusia. Lewat bacaan-bacaan ini, kita diajak untuk merenungkan misteri
inkarnasi, yaitu bagaimana Allah menjelma menjadi manusia. Allah hadir
menyertai kita, manusia. </p>



<p>Apa artinya Allah
beserta kita? Allah selalu ada dan hadir di antara ciptaan-Nya. Santo Ignatius
Loyola menggambarkan Allah yang aktif dalam dunia ini. Allah tinggal dalam
ciptaan-Nya sehingga ciptaan itu memiliki ada, berdaya tumbuh, berdaya rasa,
dan berakal (Latihan Rohani no. 235). Allah bekerja dan berkarya untuk kita
dalam segala ciptaan di seluruh bumi (Latihan Rohani no. 236). Allah
mengalirkan berkat dan anugerah kepada kita, manusia (Latihan Rohani no. 237). </p>



<p>Konsekuensinya,
Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat dan menyertai kita. Kita diajak untuk
menyadari kehadiran-Nya sehingga merasa dikuatkan untuk menghadapi kenyataan.
Dengan kesadaran akan kehadiran Tuhan, kita diajak pula untuk menjadi pewarta
Kabar Gembira Allah. </p>



<p><strong>Refleksi</strong></p>



<p>Aku lihat kembali
tempat kerja, tempat pelayanan, dan negaraku sebagai tempat Yesus Kristus
berkarya. Apakah aku merasakan penyertaan Tuhan di tempat-tempat itu? </p>



<p><strong>Percakapan dengan
Tuhan</strong></p>



<p>&nbsp;Kita ceritakan kepada Tuhan bagaimana aku
merasa disapa oleh-Nya. Kita sampaikan pula niat kita sebagai pewarta untuk selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iv-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Adven III 2019</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iii-2019/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iii-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Kotabaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 05:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20643</guid>

					<description><![CDATA[PERMENUNGAN MINGGU ADVEN KETIGA Bacaan Yes.35:1-6,10; Mzm.145; Yak. 5:7-10; Mat.11:2-11. Disposisi batin Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku. Rahmat yang dimohon Aku memohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERMENUNGAN MINGGU
ADVEN KETIGA</strong></p>



<p><strong>Bacaan</strong></p>



<p>Yes.35:1-6,10;
Mzm.145; Yak. 5:7-10; Mat.11:2-11.</p>



<p><strong>Disposisi batin</strong></p>



<p>Aku membayangkan
diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku.</p>



<p><strong>Rahmat yang
dimohon</strong></p>



<p>Aku memohon rahmat
untuk menghargai keindahan dan kerapuhan dari rumah kita bersama.</p>



<p><strong>Saran: UAP 4</strong></p>



<p>Berkolaborasi untuk
memelihara rumah kita bersama</p>



<p>Dari bacaan
pertama, Yesaya memahami pemulihan bangsa Israel dari penjajahan bukan saja
untuk Israel, tetapi untuk seluruh kemanusiaan. Dalam bahasa lain, Yesaya
memikirkan kegembiraan karena akhirnya ditebus dari perbudakan dan kembali ke
rumah dari pembuangan. Kegembiraan itu dalam bacaan Injil terjadi karena
kehadiran Yesus, Mesias. Yohanes dikisahkan menemukan seluruh tujuan hidupnya
di penjara. Dia menunjukkan bahwa berharap, percaya adalah karya seorang nabi.
Kesabaran adalah iman yang menanti Tuhan. Yohanes menemukan Yesus sebagai
jawaban atas pergulatannya sehingga penjara yang adalah tempat kehilangan dan
keraguan menjadi tempat pembebasan, harapan, dan iman. Dalam hidup ini, kita
pun mengalami ‘penjara-penjara’, keraguan dan kehilangan. Dengan Yesus, semua
penjara kita diubah menjadi tempat beriman.</p>



<p>Kita telah
ditebus oleh Yesus Kristus. Dengan mengimani dan meneladan Yesus Kristus, kita &nbsp;merawat rahmat penebusan itu. Pengalaman
ditebus dan dibebaskan ini juga menggerakan kita untuk menebus dan membebaskan ciptaan
lain. Inilah misi dari umat Kristiani yang sudah mengalami penebusan oleh Yesus
Kristus. Kita semua diundangan untuk berkomitmen dalam menegakkan keadilan dan membawa
kedamaian. </p>



<p>Ciptaan lain
selain manusia yang mengalami penindasan adalah bumi, rumah kita bersama.
Dengan merawat rumah bersama ini, kita membawa kedamaian bagi dunia. Dengan
merawat lingkungan hidup, kita mewujudkan iman akan Yesus Kristus yang sampai
saat ini terus berakarya di dunia.</p>



<p><strong>Refleksi</strong></p>



<p>Sudahkah aku berbuat
kebaikan untuk lingkungan hidupku? </p>



<p><strong>Percakapan dengan
Tuhan</strong></p>



<p>Kita ungkapkan kepada
Tuhan hal-hal yang bisa kulakukan untuk kebaikan lingkungan hidup dan kita
sampaikan niat-niat kita untuk kelestarian rumah kita bersama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-iii-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Adven II 2019</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-ii-2019/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-ii-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Kotabaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 05:27:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20641</guid>

					<description><![CDATA[PERMENUNGAN MINGGU ADVEN KEDUA Bacaan Yes.11:1-10; Mzm.72; Rom.15:4-9; Mat.3:1-12. Disposisi batin Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku. Rahmat yang dimohon Aku memohon rahmat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERMENUNGAN MINGGU
ADVEN KEDUA</strong></p>



<p><strong>Bacaan</strong></p>



<p>Yes.11:1-10; Mzm.72;
Rom.15:4-9; Mat.3:1-12.</p>



<p><strong>Disposisi batin</strong></p>



<p>Aku membayangkan
diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku.</p>



<p><strong>Rahmat yang
dimohon</strong></p>



<p>Aku memohon rahmat
keterbukaan hati terhadap dunia sekitarku, terutama kepada mereka yang
menderita dan membutuhkan pertolongan.</p>



<p><strong>Saran: UAP 2</strong></p>



<p>Berjalan bersama
orang miskin, tersingkir, teraniaya untuk mencapai rekonsiliasi dan keadilan.</p>



<p>Dalam bacaan
pertama, Yesaya menggambarkan kualitas dari Yesus Kristus, sang Mesias. Jika
kita merenungkannya, kita dapat memahami bahwa kualitas Mesias itu adalah juga
rahmat-rahmat untuk hidup baru di dalam diri dan dunia kita. Kita dapat
menerima semua kualitas, semua rahmat Roh Kudus itu dan memohon Roh Kudus untuk
tinggal di dalam diri kita. Rahmat-rahmat tersebut berkaitan dengan relasi
dengan yang lain. Maka kita bisa bertanya bagaimana sabda Tuhan ini bisa
menuntun kita untuk menyegarkan komitmen dan relasi kita, terutama rahmat
rekonsiliasi atas apa yang kita lakukan, katakan, atau abaikan. Barangkali kita
kurang menghormati Roh Kudus dengan menolak berbuat kebaikan demi orang lain
dan dunia ini. </p>



<p>Yesaya memberi
kita gambaran masyarakat yang adil, setara, dan tidak menoleransi korupsi serta
kejahatan, sebuah masyarakat yang menghendaki kedamaian. Hal ini bukanlah mimpi
utopis, tetapi kenyataan Kristiani dalam genggaman harapan. Sebenarnya Kita
mendoakannya setiap kali kita berdoa Bapa kami, ‘datanglah Kerajaan-Mu’ (UAP
2;3). Tetapi pewujudan harapan ini bergantung pula pada keputusan yang diambil
kita, manusia. Kita bisa merubah tanaman hijau menjadi padang gurun dan laut
yang berombak menjadi kolam kering. Sekarang, Tuhan mengajak kita untuk
mengupayakan kesembuhan ekologis, sebuah visi atas ciptaan yang diperbarui,
rumah kita bersama (UAP 4).</p>



<p>Dari bacaan
kedua, Paulus mengajak kita untuk meneladan pribadi Kristus yang memuliakan
Allah. Ia telah menerima, menghormati, dan melayani semua bangsa manusia. Maka
kita pun diajak untuk memuliakan Allah lewat tindakan belas kasih kepada semua
orang dan ciptaan. Kita perlu meninggalkan diri dan hidup untuk kebaikan orang
lain dan untuk kebaikan bumi yang kita sebut rumah. </p>



<p>Injil juga
memberikan kisah Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis mengenali Tuhan bahkan
dari dalam kandungan dan menjadi saksi untuk-Nya. Yohanes mengingatkan kita
bahwa Allah bebas bertindak melampaui perjanjian Allah karena tidak ada batas
untuk cinta, keadilan, dan belas kasih Allah. (UAP 3) Mengenal Kristus selalu
diikuti misi untuk membuat-Nya dikenal (menunjukkan jalan kepada Tuhan) dan
untuk menawarkan rahmat-Nya kepada semua orang, terutama yang miskin dan
tersingkir (UAP 2), dan kepada semua ciptaan (UAP 4). Hal ini diperteguh dengan
Pemazmur yang berbicara tentang tanggung jawab Raja atau pemerintah untuk
melindungi orang miskin dan lemah dari kekuatan ekonomi dan penganiayaan. </p>



<p>Masa Adven
mengundang kita untuk memilih dan menentukan jalan baru, jalan Tuhan, jalan di
dunia yang menunggu dan merindukan Tuhan, bahkan ketika belum tahu saatnya.
Lewat kisah Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan untuk menyambut
kehadiran Tuhan, kita diingatkan bahwa kehadiran Tuhan selalu menjadi peristiwa
pengambilan keputusan. Kita tidak dapat&nbsp;
netral di hadapan Kristus. Ia meminta kita untuk memilih bertobat atau
tidak, dan karena itu kita membutuhkan rahmat, ‘untuk menilai secara bijaksana
hal-hal duniawi dan memegang teguh hal-hal surgawi.’ </p>



<p><strong>Refleksi</strong></p>



<p>Bagaimana hidup dan
persahabatanku bisa menunjukkan hidup baru dalam Roh Kudus ini? Atau, apakah
aku sudah menemukan rahmat yang aku cari? Bagaimana aku menanggapi-Nya?</p>



<p><strong>Percakapan dengan
Tuhan</strong></p>



<p>&nbsp;Bagaimana aku lebih bisa menyerupai Kristus
dalam pikiran, kasih, kata, dan perbuatan. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-ii-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Adven 1 2019</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 03:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20480</guid>

					<description><![CDATA[PERMENUNGAN MINGGU ADVEN PERTAMA Bacaan Yes.2:1-5; Mzm.121; Rom.13:11-14; Mat.24:37-44. Disposisi batin Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku. Rahmat yang dimohon Aku memohon rahmat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>PERMENUNGAN MINGGU ADVEN PERTAMA</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bacaan</strong></p>
<p style="text-align: left;">Yes.2:1-5; Mzm.121; Rom.13:11-14; Mat.24:37-44.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Disposisi batin</strong></p>
<p style="text-align: left;">Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Rahmat yang dimohon</strong></p>
<p style="text-align: left;">Aku memohon rahmat untuk mengalami diri sebagai peziarah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Saran: UAP 3</strong></p>
<p style="text-align: left;">Menemani orang muda dalam memupuk masa depan yang penuh harapan.</p>
<p>Bacaan-bacaan di atas menyampaikan kedatangan Tuhan. Kita diajak untuk ‘bangun’, menggunakan semua indra, dan terutama mata iman untuk melihat apa yang sedang dilakukan Tuhan dan bagaimana Ia akan memenuhi janji-janji-Nya (Mat.24:37-44). Kita juga diajak untuk merenungkan kodrat Allah yang aktif dalam sejarah sebagai Tuhan. Siapakah Tuhan yang kita nantikan ini? Siapakah Tuhan yang setia pada kita dan ciptaan-Nya ini?</p>
<p>Tuhan yang kita nantikan adalah Tuhan yang membarui ciptaan yang terkena noda dosa. Dialah Yesus Kristus yang menjadi penebus dosa manusia. Allah adalah awal dan akhir, asal dan tujuan semua makhluk. Dengan kehadiran Yesus Kristus, manusia mencicipi keselamatan di akhir zaman. Masa depan bukanlah sekedar waktu, tetapi peristiwa Allah yang mendatangi kita. Tuhan mengingat kita dan dalam Kristus kita diangkat menjadi sahabat-sahabat-Nya. (UAPs 2-4)</p>
<p>Dalam masa Adven, Allah memberi kita waktu untuk membarui jiwa dan raga, untuk memulihkan pandangan dan membangun sekali lagi nilai-nilai yang membentuk dan mengontrol hidup kita (Mat.24:37-44; UAP 1). Kita diajak supaya menjadi pelayanan kedamaian bagi yang lain (Mzm. 121)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Refleksi</strong></p>
<p style="text-align: center;">Apa yang Tuhan ingin aku lihat? Pemahaman dan keinginan apa yang Tuhan ingin sampaikan di hatiku?</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Percakapan dengan Tuhan</strong></p>
<p style="text-align: center;">Aku sampaikan semua ketakutan dan keraguanku beserta keinginan dan kerinduanku di hadapan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
