<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HAK | Gereja Kotabaru</title>
	<atom:link href="https://parokikotabaru.org/category/berita-kotabaru/bidang-kemasyarakatan/hak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<description>Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Nov 2022 03:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.10</generator>

<image>
	<url>https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Desain-tanpa-judul-1-32x32.png</url>
	<title>HAK | Gereja Kotabaru</title>
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjadi Content Creator Perdamaian</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/menjadi-content-creator-perdamaian/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/menjadi-content-creator-perdamaian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Kotabaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2022 03:26:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bidang Kemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[HAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=22395</guid>

					<description><![CDATA[Content Creator Perdamaian merupakan acara yang diselenggarakan untuk melatih para pemuda untuk menciptakan content perdamaian antar sesama. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 6 November 2022 bertempat di Kolese St. Ignatius [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Content Creator Perdamaian merupakan acara yang diselenggarakan untuk melatih para pemuda untuk menciptakan content perdamaian antar sesama. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 6 November 2022 bertempat di Kolese St. Ignatius (Kolsani).</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-22399" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-1-1-1.jpg" alt="" width="1920" height="1280" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-1-1-1.jpg 1920w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-1-1-1-1280x853.jpg 1280w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-1-1-1-980x653.jpg 980w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-1-1-1-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) and (max-width: 1280px) 1280px, (min-width: 1281px) 1920px, 100vw" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Acara ini terbagi menjadi 3 sesi. Pada sesi pertama dibawakan materi berjudul pengedar kebaikan &#8220;Humanism in Digital Era&#8221; oleh Fransiscus Borgia Edgar dari Tim Edukasi Unit Pengembangan Pastoral Komunikasi Keuskupan Agung Semarang. Pada materi ini, dipaparkan segala permasalahan yang dialami masyarakat dalam menghadapi teknologi di masa sekarang. Untuk menghadapi permasalahan ini, para generasi muda diajak untuk membuat konten yang bermanfaat dengan menggunakan sosial media.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-22398" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-2-1-1.jpg" alt="" width="1920" height="1280" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-2-1-1.jpg 1920w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-2-1-1-1280x853.jpg 1280w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-2-1-1-980x653.jpg 980w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-2-1-1-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) and (max-width: 1280px) 1280px, (min-width: 1281px) 1920px, 100vw" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi kedua, diajarkan terkait proses pembuatan konten yang dibawakan oleh Yogis dan Dika. Proses pembuatan konten dibagi menjadi 3 tahap yaitu, pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Setelah dijelaskan materi proses pembuatan, dilanjutkan sesi terakhir yaitu sesi pembuatan konten yang diikuti oleh seluruh peserta acara yang berjumlah 13 orang. Melalui acara ini diharapkan para peserta dapat membuat konten kreatif dan inovatif dengan tujuan membawa kedamaian bagi seluruh umat beragama.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-22396" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-4-1-1.jpg" alt="" width="1920" height="1280" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-4-1-1.jpg 1920w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-4-1-1-1280x853.jpg 1280w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-4-1-1-980x653.jpg 980w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2022/11/foto-4-1-1-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) and (max-width: 1280px) 1280px, (min-width: 1281px) 1920px, 100vw" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Michelle Holly</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/menjadi-content-creator-perdamaian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toleransi dalam Aksi</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bidang Kemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[HAK]]></category>
		<category><![CDATA[Mudika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20417</guid>

					<description><![CDATA[Perwakilan umat dari tiga agama besar Kotabaru Yogyakarta berpadu dalam satu aksi pada Sabtu (2/10/2019). Dalam semangat peringatan Sumpah Pemuda 2019, mereka membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah. Mereka adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20513 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Perwakilan umat dari tiga agama besar Kotabaru Yogyakarta berpadu dalam satu aksi pada Sabtu (2/10/2019). Dalam semangat peringatan Sumpah Pemuda 2019, mereka membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah. Mereka adalah umat dari Masjid Syuhada, Gereja HKBP, Gereja St. Antonius, dan jemaat Ahmadiyah. Turut hadir pula rekan-rekan dari Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC), para frater Jesuit Kolsani, suster ADM, dan Suster CB. Acara ini bertujuan untuk membangun toleransi lewat aksi peduli pada lingkungan hidup.</p>
<p>Acara yang ikuti oleh 40 muda-mudi lintas agama ini mengambil tempat berkumpul di halaman Gereja HKBP. Setelah doa pembuka, Rm. Agustinus Winaryanta, SJ (Rm. Win) menyampaikan tujuan acara ini, yaitu untuk mengasah kepedulian terhadap lingkungan hidup dan untuk membangun toleransi antar umat beragama. Tujuan ini hendak dicapai dengan membersihkan<img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20516 alignleft" style="color: #333333; float: left; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; height: auto; letter-spacing: normal; max-width: 100%; orphans: 2; outline-color: #72777c; outline-style: solid; outline-width: 1px; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px; margin: 0.5em 1em 0.5em 0px;" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /> sampah di sekitar tempat ibadah. Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan bersama-sama. Tindakan membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah ini menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan secara global. “Think globally, act locally,” tutur Rm. Win, SJ.</p>
<p>Pendeta A. A. Zaitun Sihite, M.Th. dari Gereja HKBP mengarahkan kegiatan ini untuk merayakan keberagaman sebagai kekuatan. “Tiga tempat ibadah di Kotabaru ini bukanlah kebetulan, tetapi kebenaran,” tutur Pendeta Sihite. Karena itu, kebenaran ini perlu dirayakan dan dilestarikan sehingga acara-acara nasionalisme lainnya dapat bertumbuh di wilayah Kotabaru.</p>
<p>Masjid Syuhada menjadi tempat ibadah pertama yang dibersihkan. Para peserta menyapu, mencabuti rumput, dan memunguti sampah plastik. Setelah itu, mas Firdaus, mantan ketua pemuda Syuhada menjelaskan sejarah Masjid Syuhada. Tempat ibadah kedua yang dibersihkan adalah Gereja HKBP. Dan yang terakhir adalah Gereja St. Antonius. Seperti sebelumnya, setelah selesai bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan pengenalan tempat ibadah tersebut. Di sinilah, kegiatan ekologis ini juga memasukkan unsur dialog agama.</p>
<p>Setelah selesai membersihkan sampah, para peserta berkumpul di Gedung Karya Sosial Gereja St. Antonius untuk santap siang bersama. Uniknya, makan siang peserta sudah ditata di atas kertas memanjang. Para peserta pun makan siang dengan tangan dan saling berhadapan. Makan siang ini bertujuan untuk semakin mengakrabkan satu sama lain. Keakraban itu ditingkatkan lagi dengan <em>games ice breaking</em> yang dilakukan sesudah makan siang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20517 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tanya jawab ini bertujuan untuk membersihkan prasangka-prasangka keliru terhadap pemeluk agama lain. Dalam sesi ini, muncul pertanyaan-pertanyaan seperti: mengapa ada sekat di dalam masjid? apa makna wudu sebelum salat? Apa arti gambar ular di bawah patung Bunda Maria? Apakah mencelupkan tangan ke air suci sebelum masuk Gereja adalah wajib? Apa sih Ekaristi itu? Apa saja aliran-aliran yang ada dalam Islam? Apa sih artinya Sakramen? Apa saja sakramen-sakramen yang diakui oleh Gereja HKBP?</p>
<p>Dari perjumpaan ini, para peserta menjadi terbuka akan kehadiran umat beragama yang lain. Mereka menjadi lebih akrab dan saling menghargai. Ada pula yang mendapatkan pemahaman baru bahwa ternyata umat agama lain boleh masuk ke dalam masjid. Peserta lain kaget ketika tahu ada pendeta atau romo yang mudah bergaul dengan orang muda dan bahkan ikut bersih-bersih. Perjumpaan ini adalah langkah awal untuk bersama-sama membangun toleransi negeri ini lewat kegiatan-kegiatan selanjutnya. AMDG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Win SJ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
