<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kobar_superadmin | Gereja Kotabaru</title>
	<atom:link href="https://parokikotabaru.org/author/kobar_superadmin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<description>Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Dec 2019 13:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.10</generator>

<image>
	<url>https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Desain-tanpa-judul-1-32x32.png</url>
	<title>kobar_superadmin | Gereja Kotabaru</title>
	<link>https://parokikotabaru.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kerja Bakti Lintas Organisasi</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/kerja-bakti-lintas-organisasi/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/kerja-bakti-lintas-organisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2019 00:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<category><![CDATA[KomSos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20578</guid>

					<description><![CDATA[Selasa (10/12/19), rekan-rekan dari Koramil 0734 Yogyakarta mengadakan kerja bakti membersihkan sampah di sekitar Gereja St. Antonius dan Gereja HKBP Kotabaru. Kerja bakti ini dilaksanakan sebagai bentuk kepeduliaan militer terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa (10/12/19), rekan-rekan dari Koramil 0734 Yogyakarta mengadakan kerja bakti membersihkan sampah di sekitar Gereja St. Antonius dan Gereja HKBP Kotabaru. Kerja bakti ini dilaksanakan sebagai bentuk kepeduliaan militer terhadap lingkungan hidup, secara khusus lingkungan Gereja sebagai persiapan Natal 2019. Kegiatan ini melibatkan pula ormas-ormas yang ada di Yogyakarta, seperti FKPPI, ATMO 5, Paksikaton, GAB, MENWA, Bayonet Merah Putih, FJR, Laskar Jogja, AKBM, Merkit, Linmas, dan Menvet.</p>
<p>Acara dimulai pukul 08.00 dengan apel bersama untuk berdoa, penjelasan tujuan kegiatan, dan pembagian wilayah kerja. Setelah itu para peserta menjalankan tugas di masing-masing wilayah. Suster-suster ADM, rekan-rekan dari HKBP, dan rekan-rekan Kotabaru yang tergabung dalam Peduli Lingkungan Gereja (PLG) turut bergabung dalam kerja bakti ini.</p>
<p>Kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini menjadi sarana untuk saling mengenal dan membangun persaudaraan. Seringkali ikatan dalam kelompok atau organisasi tertentu membuat seseorang melihat kelompok lain sebagai saingan. Pelibatan berbagai ormas ini ingin membuka sekat-sekat perbedaan sehingga masing-masing bisa saling peduli. Masalah sampah dan kerukunan di Jogja adalah persoalan bersama yang menuntut kerja sama.</p>
<p>Suasana persaudaraan tampak dalam kesediaan untuk saling menyapa dan berfoto seusai kerja bakti. Semangkok soto turut menemani hangatnya percakapan penuh persaudaraan di antara para peserta yang hadir. Semoga kegiatan ini turut mendukung kebersihan dan kerukunan di Yogyakarta. AMDG.</p>
<p>Win SJ</p>
<p>%MCEPASTEBIN%</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/kerja-bakti-lintas-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tes Litbang</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/tes-litbang/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/tes-litbang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2019 00:15:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Litbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20576</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/tes-litbang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Adven 1 2019</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 03:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20480</guid>

					<description><![CDATA[PERMENUNGAN MINGGU ADVEN PERTAMA Bacaan Yes.2:1-5; Mzm.121; Rom.13:11-14; Mat.24:37-44. Disposisi batin Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku. Rahmat yang dimohon Aku memohon rahmat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>PERMENUNGAN MINGGU ADVEN PERTAMA</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bacaan</strong></p>
<p style="text-align: left;">Yes.2:1-5; Mzm.121; Rom.13:11-14; Mat.24:37-44.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Disposisi batin</strong></p>
<p style="text-align: left;">Aku membayangkan diriku sedang berdiri dengan rendah hati di hadapan Tuhan yang mengasihiku.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Rahmat yang dimohon</strong></p>
<p style="text-align: left;">Aku memohon rahmat untuk mengalami diri sebagai peziarah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Saran: UAP 3</strong></p>
<p style="text-align: left;">Menemani orang muda dalam memupuk masa depan yang penuh harapan.</p>
<p>Bacaan-bacaan di atas menyampaikan kedatangan Tuhan. Kita diajak untuk ‘bangun’, menggunakan semua indra, dan terutama mata iman untuk melihat apa yang sedang dilakukan Tuhan dan bagaimana Ia akan memenuhi janji-janji-Nya (Mat.24:37-44). Kita juga diajak untuk merenungkan kodrat Allah yang aktif dalam sejarah sebagai Tuhan. Siapakah Tuhan yang kita nantikan ini? Siapakah Tuhan yang setia pada kita dan ciptaan-Nya ini?</p>
<p>Tuhan yang kita nantikan adalah Tuhan yang membarui ciptaan yang terkena noda dosa. Dialah Yesus Kristus yang menjadi penebus dosa manusia. Allah adalah awal dan akhir, asal dan tujuan semua makhluk. Dengan kehadiran Yesus Kristus, manusia mencicipi keselamatan di akhir zaman. Masa depan bukanlah sekedar waktu, tetapi peristiwa Allah yang mendatangi kita. Tuhan mengingat kita dan dalam Kristus kita diangkat menjadi sahabat-sahabat-Nya. (UAPs 2-4)</p>
<p>Dalam masa Adven, Allah memberi kita waktu untuk membarui jiwa dan raga, untuk memulihkan pandangan dan membangun sekali lagi nilai-nilai yang membentuk dan mengontrol hidup kita (Mat.24:37-44; UAP 1). Kita diajak supaya menjadi pelayanan kedamaian bagi yang lain (Mzm. 121)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Refleksi</strong></p>
<p style="text-align: center;">Apa yang Tuhan ingin aku lihat? Pemahaman dan keinginan apa yang Tuhan ingin sampaikan di hatiku?</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Percakapan dengan Tuhan</strong></p>
<p style="text-align: center;">Aku sampaikan semua ketakutan dan keraguanku beserta keinginan dan kerinduanku di hadapan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/renungan-adven-1-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Domisili &#038; Kuasi Domisili</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/domisili-kuasi-domisili/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/domisili-kuasi-domisili/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 03:36:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Katekese]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20476</guid>

					<description><![CDATA[Dalam Gereja Katolik, dikenal istilah domisili dan kuasi domisili. Kedua istilah ini berkaitan dengan status tempat tinggal seorang Katolik. Tempat tinggal ini akan menentukan jalur komunikasi dan pelayanan gerejawi. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Gereja Katolik, dikenal istilah domisili dan kuasi domisili. Kedua istilah ini berkaitan dengan status tempat tinggal seorang Katolik. Tempat tinggal ini akan menentukan jalur komunikasi dan pelayanan gerejawi. Dalam Kanon 102 &#8211; § 1, domisili diperoleh dengan bertempat-tinggal di wilayah suatu paroki dengan maksud untuk tinggal secara tetap di sana dan tidak ada alasan untuk berpindah, atau sudah berada di situ selama genap lima tahun. Misalnya, keluarga baru yang membeli perumahan di wilayah Paroki Kotabaru karena memang ingin tinggal di situ seterusnya. Dengan maksud ini, keluarga baru tersebut memiliki domisili di Paroki Kotabaru.<br />
Dalam Kanon 102 &#8211; § 2, kuasi-domisili diperoleh dengan bertempat-tinggal di wilayah suatu paroki dengan maksud untuk tinggal di sana sekurang-kurangnya selama tiga bulan dan tidak ada alasan untuk berpindah, atau kalau ternyata sudah berada di situ selama tiga bulan. Misalnya, mereka yang indekos di wilayah Paroki Kotabaru karena sedang kuliah di Jogja. Karena tujuan mereka datang ke Jogja untuk menempuh studi, bisa diperkirakan bahwa mereka hanya tinggal sementara di Jogja. Mereka ini memiliki kuasi domisili di Paroki Kotabaru.<br />
Kejelasan domisili atau kuasi domisili ini akan membantu untuk mencari jalur komunikasi dan pelayanan (sakramental atau pun pelayanan lainnya). Karena sudah mendapat status domisili atau kuasi domisili di Paroki Kotabaru, mereka berhak memperoleh pelayanan dari Paroki Kotabaru dan juga diajak untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Gereja Kotabaru. Hal ini penting karena iman Katolik akan tumbuh dan terpelihara dalam komunitas umat beriman. Maka umat Katolik pendatang yang menempati wilayah paroki baru harus mencari tahu di lingkungan dan paroki manakah dia tinggal. Umat ini perlu menjalin komunikasi dengan ketua lingkungan dan umat Katolik sekitarnya selain dengan ketua RT/RW.<br />
Dalam Kanon 105 &#8211; § 1, anak yang belum dewasa (belum genap 7 tahun) dengan sendirinya mempunyai domisili dan kuasi-domisili orang yang berkuasa atas dirinya. Maka anak-anak yang belum genap 7 tahun (anak usia 7 tahun dianggap sudah bisa berpikir sendiri) mengikuti domisili atau kuasi domisili orang tuanya. Dalam Kanon 105 &#8211; § 2, mereka yang secara sah diserahkan di bawah perwalian atau pengawasan orang lain mempunyai domisili atau kuasi-domisili wali atau penanggungjawabnya. Misalnya, mereka yang tinggal di asrama atau dititipkan di rumah kakek/nenek memiliki domisili atau kuasi domisili yang sama dengan pimpinan asrama atau kakek/nenek itu. Berdasarkan kanon 106, domisili dan kuasi-domisili hilang ketika seseorang pergi dari tempat itu dengan niat untuk tidak kembali lagi.<br />
Semoga dengan penjelasan singkat ini, Ibu-bapak/saudari-saudara bisa mengetahui jalur komunikasi dan pelayanan yang Anda butuhkan. Tuhan memberkati. AMDG</p>
<p>Rm. A. Winaryanta SJ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/domisili-kuasi-domisili/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santo Ignatius Loyola</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/santo-ignatius-loyola/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/santo-ignatius-loyola/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 03:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ignatian]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[ignatius loyola]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[ordo]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat hidup]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[serikat yesus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20468</guid>

					<description><![CDATA[Santo Ignatius Loyola adalah pendiri ordo Serikat Yesus. Ia lahir di daerah Basque, Guipuzcoa, Spanyol Utara pada tahun 1491. Nama kecilnya adalah Íñigo Lopez de Loyola. Ia adalah putra bungsu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Santo Ignatius Loyola adalah pendiri ordo Serikat Yesus. Ia lahir di daerah Basque, Guipuzcoa, Spanyol Utara pada tahun 1491. Nama kecilnya adalah Íñigo Lopez de Loyola. Ia adalah putra bungsu keluarga bangsawan. Putra yang lahir dari Don Beltran de Onazy Loyola dan Maria Sanchez de Licona ini sejak kecil hidup mewah dalam lingkungan istana. Seperti anak-anak pada zamannya, Íñigo sering membayangkan diri sebagai kesatria yang berbudaya, saleh, dikagumi kaum hawa, dan ahli dalam perang. Berkat koneksi keluarga, Íñigo bisa membantu di kastil Kerajaan. Ia pun belajar berkuda, berkelahi, berjudi, dansa, dan tampil memesona.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada tahun 1517, Íñigo menjadi tentara Kerajaan Spanyol. Empat tahun kemudian, Íñigo ikut mempertahankan benteng Pamplona dari serangan tentara Perancis. Sayangnya, tentara Perancis berhasil merebut benteng dan Ignatius pun terluka karena terkena peluru meriam. Karena lukanya itu, Íñigo menjalani pemulihan di puri Loyola.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengalaman terluka ini ternyata menjadi jalan Tuhan untuk membuat Íñigo mengalami pertobatan hidup. Pertobatan itu dimulai dari keinginannya untuk mengusir rasa bosan perawatan dengan membaca buku-buku yang ada. Ia ingin membaca buku-buku kepahlawanan, tetapi yang ada hanyalah buku tentang Kehidupan Kristus dan Para Orang Kudus. Ketika membaca buku-buku itu, Íñigo merasakan kedamaian dan panggilan Tuhan untuk mengabdi-Nya. Ketika membayangkan menjadi kesatria yang gagah berani dan memenangkan hati seorang putri, meskipun awalnya menyenangkan, Íñigo merasakan hati yang kering dan hampa. Namun, ketika ia membayangkan menjadi pelayan Tuhan dan sesama, ia menemukan kegembiraan mendalam. Ia pun berniat untuk melampaui pahlawan-pahlawan suci lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Íñigo ingin menguji keinginan-keinginan sucinya itu dengan berziarah ke Yerusalem. Ia&nbsp; meninggalkan kenyamanan puri Loyola dengan menjadi pengembara. Ia mengemis, berkhotbah, memelihara orang sakit dan orang miskin. Pada tahun 1522, Íñigo pergi ke biara Benediktin Montserrat untuk berdoa di sana. Ia berdoa untuk memohon ampun atas semua dosa masa lalunya. Sebagai simbol pertobatan, ia meletakkan pedangnya di bawah kaki altar kapel biara itu pada tanggal 24 Maret 1522. Semua miliknya pun diberikan kepada orang-orang miskin. Ia hanya mengenakan pakaian peziarah. Dengan pakaian itu, ia melanjutkan perjalanan dari Montserrat ke Manresa.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di Manresa, Íñigo menghabiskan waktunya untuk berdoa dan melayani di rumah sakit. Dalam refleksinya di kemudian hari, Íñigo menyadari bahwa di Manresa ini Tuhan berkarya di dalam dirinya seperti seorang guru kepada muridnya. Tuhan mengajarinya cara berdoa dan hidup suci. Íñigo dituntun untuk mencermati gerak-gerak batinnya, seperti rasa tertarik, perasaan, pikiran, dan keinginan-keinginan yang menuntunnya untuk dekat dengan Yesus dan hal-hal yang mengganggu perkembangan rohaninya. Di tepi Sungai Cardoner, Íñigo memperoleh rahmat yang memampukannya untuk menemukan Tuhan dalam segala hal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Íñigo mulai mencatat inspirasi-inspirasi rohani yang ia temukan dari pengalamannya itu. Ia pun gemar bercakap-cakap dengan orang-orang tentang hidup rohani dan mencatat buah-buah dari percakapan tersebut. Catatan-catatan inilah yang kemudian menjadi buku Latihan Rohani St. Ignatius Loyola.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, tidaklah lazim seorang awam yang tidak berpendidikan seperti Íñigo mengajar agama dan spiritualitas. Maka pada tahun 1524, Íñigo yakin bahwa tugas pelayanan bagi Tuhan dan sesama membutuhkan pendidikan yang memadai. Íñigo pun menempuh pendidikan selama 10 tahun untuk memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu. Pendidikan yang ia tempuh itu merupakan persiapan untuk menjadi imam. Ia belajar di Alcala de Henares (1526-1527), Salamanca (1527-1528), dan Paris (1528-1535). Di Alcala dan Salamanca, Íñigo belajar bahasa Latin, bahasa universal Gereja. Di Paris Íñigo belajar filsafat dan teologi. Di Paris inilah, Íñigo dikenal sebagai Ignatius, nama Latin dari namanya. Di Paris ini pula Ignatius memperolah sahabat-sahabat yang nantinya akan menjadi para Jesuit pertama. Para sahabat itu adalah Petrus Faber, Fransiskus Xaverius, Diego Laynez, Simon Rodriquez, Alonso Salmeron, dan Nikolas Bobadilla.&nbsp; Mereka mengucapkan kaul kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan di kapel Biara Benediktin di Montmartre. Mereka berjanji akan menjadi pewarta Injil di Tanah Suci setelah ditahbiskan. Tetapi jika misi ke Tanah Suci tidak memungkinkan, mereka akan mengabdikan diri pada Bapa Suci. Ignasius dan para sahabatnya yang belum imam ditahbiskan imam pada tanggal 24 Juni 1537.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ternyata misi ke Tanah Suci mengalami kendala, yaitu situasi peperangan sehingga mereka mengalihkan misi mereka ke Roma. Di La Storta, Ignatius memperoleh penglihatan, yaitu Allah Bapa bersama dengan Yesus yang memanggul salib. Ignatius pun merasakan panggilan kuat dan jelas untuk bersama Yesus memanggul salib. Penglihatan itu makin meneguhkan Ignatius dan para sahabatnya untuk mengabdikan diri pada Bapa Suci. Mereka menawarkan diri kepada Paus Paulus III untuk mengerjakan tugas dari Bapa Suci, apa saja dan kapan saja. Pada tanggal 27 September 1540, Paus Paulus III merestui keberadaan kelompok Ignatius yang disebut dengan nama Serikat Yesus. Ignatius pun menjadi pemimpin pertama ordo Serikat Yesus. Nama Serikat Yesus ini terinspirasi dari pengalaman visiun di La Storta. Mereka berani menggunakan nama Yesus karena bagi mereka arah dan tujuan hidup ini adalah untuk mengenal, mencintai, dan melayani Yesus Kristus. Mereka ingin menjadi sahabat-sahabat Yesus yang memanggul salib-Nya.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian anggota ordo Serikat Yesus ini dikenal dengan nama Jesuit. Para Jesuit berkaul untuk siap pergi ke mana pun Gereja membutuhkan dan ke mana pun mereka bisa menyelamatkan jiwa-jiwa. Sejak didirikan secara resmi tahun 1540, Paus mulai mengirim para Jesuit untuk misi-misi penting di seluruh dunia. Misalnya, Fransiskus Xaverius dikirim ke India. Petrus Faber dikirim ke Konsili Trente. Para Jesuit pun membuka sekolah-sekolah di Eropa dan seberang lautan untuk memenuhi kebutuhan Gereja, yaitu umat dan klerus yang terdidik dengan baik. Mereka melakukan semua misi itu demi kemuliaan Allah yang lebih besar (</span><i><span style="font-weight: 400;">Ad Maiorem Dei Gloriam</span></i><span style="font-weight: 400;">).&nbsp;&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selama 15 tahun memimpin Serikat Yesus, Ignatius memusatkan perhatiannya pada pembinaan semangat religius ordonya. Maka tidak mengherankan jika Ignatius diangkat sebagai pelindung semua kegiatan rohani oleh Paus Pius XI pada tahun 1922. Ignatius wafat pada tanggal 31 Juli 1556. Ignatius dinyatakan sebagai beato oleh Paus Paulus V pada tanggal 3 Desember 1609 dan oleh Paus Gregorius XV dinyatakan sebagai santo pada tanggal 12 Maret 1622.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rm. Agustinus Winaryanta SJ</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, </span><i><span style="font-weight: 400;">Orang Kudus Sepanjang Tahun, </span></i><span style="font-weight: 400;">Jakarta: OBOR, 2004, hlm. 372-374.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kevin O’Brien, SJ, </span><i><span style="font-weight: 400;">The Ignatian Adventure, </span></i><span style="font-weight: 400;">Chicago: Loyola Press, 2011, hlm. 5-11.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/santo-ignatius-loyola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toleransi dalam Aksi</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bidang Kemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[HAK]]></category>
		<category><![CDATA[Mudika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20417</guid>

					<description><![CDATA[Perwakilan umat dari tiga agama besar Kotabaru Yogyakarta berpadu dalam satu aksi pada Sabtu (2/10/2019). Dalam semangat peringatan Sumpah Pemuda 2019, mereka membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah. Mereka adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20513 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6807-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Perwakilan umat dari tiga agama besar Kotabaru Yogyakarta berpadu dalam satu aksi pada Sabtu (2/10/2019). Dalam semangat peringatan Sumpah Pemuda 2019, mereka membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah. Mereka adalah umat dari Masjid Syuhada, Gereja HKBP, Gereja St. Antonius, dan jemaat Ahmadiyah. Turut hadir pula rekan-rekan dari Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC), para frater Jesuit Kolsani, suster ADM, dan Suster CB. Acara ini bertujuan untuk membangun toleransi lewat aksi peduli pada lingkungan hidup.</p>
<p>Acara yang ikuti oleh 40 muda-mudi lintas agama ini mengambil tempat berkumpul di halaman Gereja HKBP. Setelah doa pembuka, Rm. Agustinus Winaryanta, SJ (Rm. Win) menyampaikan tujuan acara ini, yaitu untuk mengasah kepedulian terhadap lingkungan hidup dan untuk membangun toleransi antar umat beragama. Tujuan ini hendak dicapai dengan membersihkan<img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20516 alignleft" style="color: #333333; float: left; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; height: auto; letter-spacing: normal; max-width: 100%; orphans: 2; outline-color: #72777c; outline-style: solid; outline-width: 1px; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px; margin: 0.5em 1em 0.5em 0px;" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6557-1-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /> sampah di sekitar tempat ibadah. Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan bersama-sama. Tindakan membersihkan sampah di sekitar tempat ibadah ini menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan secara global. “Think globally, act locally,” tutur Rm. Win, SJ.</p>
<p>Pendeta A. A. Zaitun Sihite, M.Th. dari Gereja HKBP mengarahkan kegiatan ini untuk merayakan keberagaman sebagai kekuatan. “Tiga tempat ibadah di Kotabaru ini bukanlah kebetulan, tetapi kebenaran,” tutur Pendeta Sihite. Karena itu, kebenaran ini perlu dirayakan dan dilestarikan sehingga acara-acara nasionalisme lainnya dapat bertumbuh di wilayah Kotabaru.</p>
<p>Masjid Syuhada menjadi tempat ibadah pertama yang dibersihkan. Para peserta menyapu, mencabuti rumput, dan memunguti sampah plastik. Setelah itu, mas Firdaus, mantan ketua pemuda Syuhada menjelaskan sejarah Masjid Syuhada. Tempat ibadah kedua yang dibersihkan adalah Gereja HKBP. Dan yang terakhir adalah Gereja St. Antonius. Seperti sebelumnya, setelah selesai bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan pengenalan tempat ibadah tersebut. Di sinilah, kegiatan ekologis ini juga memasukkan unsur dialog agama.</p>
<p>Setelah selesai membersihkan sampah, para peserta berkumpul di Gedung Karya Sosial Gereja St. Antonius untuk santap siang bersama. Uniknya, makan siang peserta sudah ditata di atas kertas memanjang. Para peserta pun makan siang dengan tangan dan saling berhadapan. Makan siang ini bertujuan untuk semakin mengakrabkan satu sama lain. Keakraban itu ditingkatkan lagi dengan <em>games ice breaking</em> yang dilakukan sesudah makan siang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20517 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-300x200.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-768x512.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-1024x683.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG_6600-625x415.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tanya jawab ini bertujuan untuk membersihkan prasangka-prasangka keliru terhadap pemeluk agama lain. Dalam sesi ini, muncul pertanyaan-pertanyaan seperti: mengapa ada sekat di dalam masjid? apa makna wudu sebelum salat? Apa arti gambar ular di bawah patung Bunda Maria? Apakah mencelupkan tangan ke air suci sebelum masuk Gereja adalah wajib? Apa sih Ekaristi itu? Apa saja aliran-aliran yang ada dalam Islam? Apa sih artinya Sakramen? Apa saja sakramen-sakramen yang diakui oleh Gereja HKBP?</p>
<p>Dari perjumpaan ini, para peserta menjadi terbuka akan kehadiran umat beragama yang lain. Mereka menjadi lebih akrab dan saling menghargai. Ada pula yang mendapatkan pemahaman baru bahwa ternyata umat agama lain boleh masuk ke dalam masjid. Peserta lain kaget ketika tahu ada pendeta atau romo yang mudah bergaul dengan orang muda dan bahkan ikut bersih-bersih. Perjumpaan ini adalah langkah awal untuk bersama-sama membangun toleransi negeri ini lewat kegiatan-kegiatan selanjutnya. AMDG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Win SJ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/toleransi-dalam-aksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Gereja sejak Dini</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-sejak-dini/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-sejak-dini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20413</guid>

					<description><![CDATA[Kamis (17/10/2019), adik-adik dari KB/TK Mutiara Persada mengunjungi gereja St. Antonius Padua Kotabaru. Adik-adik yang bersekolah di Jl. Soragan 11 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul ini berkunjung ke Gereja Kotabaru untuk mengenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20508 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191017-WA0007-169x300.jpg" alt="" width="169" height="300" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191017-WA0007-169x300.jpg 169w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191017-WA0007-577x1024.jpg 577w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191017-WA0007.jpg 721w" sizes="(max-width: 169px) 100vw, 169px" />Kamis (17/10/2019), adik-adik dari KB/TK Mutiara Persada mengunjungi gereja St. Antonius Padua Kotabaru. Adik-adik yang bersekolah di Jl. Soragan 11 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul ini berkunjung ke Gereja Kotabaru untuk mengenal gereja Katolik. “Dalam rangka kegiatan keagamaan,” tulis kepala sekolah KB/TK Mutiara Persada dalam suratnya kepada paroki Kotabaru. Dengan gembira, 45 murid KB/TK memasuki gerbang gereja Kobar. Mereka ditemani oleh 6 orang guru.</p>
<p>Di selasar gang gereja, adik-adik merangkai manik-manik rosario. Para guru pendamping menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan sekaligus mengenalkan devosi rosario. Kebetulan, bulan Oktober adalah bulan Rosario. Para guru pendamping juga mengajak anak-anak untuk bernyanyi, keliling gereja, dan tanya jawab. Lagu yang dibawakan mengajak anak-anak untuk bangga sebagai orang Katolik. “&#8230;bangga jadi anak Katolik,..kasih berdoa untuk semua&#8230;kasih berderma untuk teman,” itulah sepenggal lirik yang dinyanyikan anak-anak dengan ceria.</p>
<p>Mbak Maria Magdalena Eka Rahayu atau mbak Eka, karyawan sekretariat Kobar, menemani anak-anak keliling dalam gereja. Saat keliling, anak-anak bertemu dengan Rm. Floribertus Hasto Rosariyanto, SJ. Anak-anak bersalaman dan meminta berkat Romo. Sesudah itu mereka mengadakan tanya jawab. Anak-anak menanyakan seputar fungsi lilin dan arti lukisan yang ada di dalam gereja. Lilin merupakan lambang harapan yang membantu untuk berdoa. Orang berdoa karena mengharapkan sesuatu. Maka ia memiliki harapan-harapan yang disampaikan kepada Tuhan. Sedangkan lukisan-lukisan dinding di gereja Kotabaru merupakan kisah-kisah yang diambil dari Kitab Suci, seperti kisah orang kaya yang sulit masuk surga, mujizat di Kana dan lain sebagainya.</p>
<p>Anak-anak dan para guru tampak gembira atas kunjungan ini. Kegiatan di luar kelas seperti ini membuat anak-anak senang belajar. Dan semoga pengenalan gereja ini membantu anak untuk tumbuh dalam iman Katolik. AMDG.</p>
<p>Win SJ</p>
<div style="width: 640px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-20413-1" width="640" height="352" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/VID-20191018-WA0008.mp4?_=1" /><a href="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/VID-20191018-WA0008.mp4">https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/VID-20191018-WA0008.mp4</a></video></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/VID-20191018-WA0008.mp4" length="2182273" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Gereja dari Dalam</title>
		<link>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-dari-dalam/</link>
					<comments>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-dari-dalam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kobar_superadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:47:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Kotabaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokikotabaru.org/?p=20411</guid>

					<description><![CDATA[Selasa, (15/10/2019), Gereja Kotabaru kedatangan teman-teman dari CRCS (The Center for Religious and Cross-cultural Studies) UGM. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi S2 semester 1 Universitas Gajah Mada yang menekuni religious studies. Karena itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-20498 alignleft" src="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191015-WA0012-300x153.jpg" alt="" width="300" height="153" srcset="https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191015-WA0012-300x153.jpg 300w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191015-WA0012-768x392.jpg 768w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191015-WA0012-1024x523.jpg 1024w, https://parokikotabaru.org/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191015-WA0012.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Selasa, (15/10/2019), Gereja Kotabaru kedatangan teman-teman dari CRCS (The Center for Religious and Cross-cultural Studies) UGM. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi S2 semester 1 Universitas Gajah Mada yang menekuni <i>religious</i><i> studies</i>. Karena itu, mereka datang untuk mengenal kekayaan religius yang ada di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru. “Kami ingin mengetahui sejarah, peribadatan, dan ornamen-ornamen yang ada di Gereja St. Antonius Kotabaru,” tutur Afif, ketua angkatan.</p>
<p>Mahasiswa pasca sarjana yang berjumlah 36 orang ini ditemani oleh Rm. Agustinus Winaryanta, SJ dan mbak Eka. Mereka disambut dan dipersilahkan duduk di bawah tenda putih sayap Utara Gereja. Di situ Rm. Win SJ pun menerangkan sejarah terbentuknya Gereja St. Antonius Padua Kotabaru, dari kedatangan Rm. Fransiskus Strater, SJ tahun 1918 hingga masa kini. Setelah penjelasan sejarah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa sangat antusias dalam bertanya. Ada yang bertanya seputar makna sakramen, cara menjadi Katolik, hingga pandangan dan relasi dengan pemeluk agama di sekitar Gereja Kotabaru. “Yang jelas, masuk gereja tidak membuat kalian menjadi Katolik,” ungkap Rm. Win SJ yang disambut gelak tawa oleh para mahasiswa.</p>
<p>Setelah sesi tanya jawab, para mahasiswa berkeliling di dalam gereja untuk mengamati benda-benda dan ornamen yang ada di sana. Sembari mengamati, mereka melanjutkan tanya jawab. Mulai dari makna lukisan dinding, guna lilin dalam peribadatan, fungsi tabernakel, hingga struktur hierarki Gereja Katolik. Antusiasme bertanya masih besar ketika ketua angkatan mencukupkan kunjungan karena mereka masih harus mengunjungi tempat ibadah lainnya. Pertemuan pun diakhiri dengan foto bersama.</p>
<p>Kunjungan ini menjadi bentuk keterbukaan Gereja St. Antonius Padua Kotabaru terhadap pemeluk agama lain. Keterbukaan adalah sikap awal untuk bentuk keterlibatan lebih jauh lagi. Semoga dengan keterbukaan dan keramahan ini, Gereja Kotabaru turut menyumbang kedamaian di Indonesia. AMDG.</p>
<p>Win SJ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokikotabaru.org/mengenal-gereja-dari-dalam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
